Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Stasiun Klimatologi BMKG DIY memperkirakan beberapa wilayah di DIY diperkirakan hujan deras bahkan disertai petir pada Jumat (26/11/2020) untuk beberapa kecamatan. Hujan ringan masih mendominasi Sebagian besar wilayah di DIY.
Berikut daftar kecamatan di DIY yang diperkirakan terjadi hujan deras disertai petir pada Jumat 27 November 2020 berdasarkan unggahan akun @StaklimJogja :
Bantul
Sebagian besar wilayah Bantul hujan ringan
Gunungkidul
Sebagian besar wilayah Bantul hujan ringan
Kulonprogo
Hujan petir : Kalibawang, Samigaluh
Sebagian besar wilayah Kulonprogo hujan ringan
Kota Jogja
Semua kecamatan diperkirakan hujan ringan
Sleman
Hujan Petir : Minggir, Mlati, Seyegan, Sleman, Tempel dan Turi.
Sebagian besar wilayah Sleman hujan ringan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 11 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.