Mangkir 2 Kali, Kuasa Hukum Korban Minta Tersangka Kekerasan Seksual Ditangkap
MNH ditetapkan tersangka kekerasan seksual di Sleman dan dua kali mangkir. Kuasa hukum korban mendesak polisi segera menangkapnya.
Suasana pemakaman guru besar UGM, Prof Iwan Dwiprahasto di Pemakaman Sawitsari UGM, Selasa (24/3/2020). /Ist- Dok Humas UGM
Harianjogja.com, JOGJA- Sempat kewalahan beberapa hari yang lalu pasca melonjaknya pasien Covid-19 yang meninggal di Kota Jogja, membuat tim pemuliaan jenazah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja melakukan beberapa opsi.
Penambahan anggota tim pemakaman jenazah dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan warga dijadikan opsi untuk menambal kekurangan personel.
Plt. Kepala BPBD Kota Jogja, Octo Noor Arafat menuturkan jika sebenarnya saat ada enam tim pemuliaan jenazah yang bersiaga. Jumlah tersebut merupakan regu dari tim BPBD Kota Jogja yang belum termasuk bantuan 10 relawan PMI Kota Jogja yang diperbantukan.
Jumlah pemakaman beberapa waktu lalu yang cukup tinggi dan anggota tim yang harus diistirahatkan setelah bertugas membuat tim pemuliaan yang ada cukup kewalahan. "Ada enam tim, cuma problemnya enam tim itu harus diistirahatkan satu kali 24 jam pasca pemuliaan jenazah," terang Octo pada Jumat (27/11/2020).
Karena penanganan pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang tidak sembarangan, sebenarnya Octo menyiapkan relawan-relawan di luar tim yang sudah ada Untuk membantu. Karena sangat spesifik dan khusus, tidak sembarangan mitra relawan dapat diperbantukan. "Memang juga sudah banyak dari TRC untuk gabung dengan tim pemuliaan jenazah, tetapi doa kita semoga cepat terkondisilah," jelasnya.
Relawan-relawan Satgas Covid-19 di wilayah pun berpotensi dilibatkan dalam pemakaman jenazah bila tim pemuliaan yang ada tidak mampu menangani jenazah yang ada. Disebutkan October jika protokol tetap Covid-19 sudah kita disosialisasikan di 14 Kecamatan di Kota Jogja.
Kendati demikian Octo meminta pengertian masyarakat meskipun hasil Swab belum keluar, maka jenazah yang bisa jadi sak famili atau tetangganya itu akan dimakamkan dengan protokol Covid-19.
"Masyarakat juga [harus] paham bagaimana penanganan jenazah protap Covid-19 itu meskipun belum keluar hasil Swab-nya tetap kita laksanakan protap empat jam harus kita makamkan sehingga mungkin berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan kita sebelumnya. Yang kedua juga kita berharap adanya kemungkinan relawan-relawan dari masyarakat untuk kita libatkan proses [pemuliaan jenazah], harapan kita itu," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MNH ditetapkan tersangka kekerasan seksual di Sleman dan dua kali mangkir. Kuasa hukum korban mendesak polisi segera menangkapnya.
Pembangunan rusun ASN Sleman belum terealisasi akibat kendala pengadaan tanah. Pemkab Sleman kaji opsi penggunaan tanah kas desa (TKD).
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah