Masih Bergejolak, Begini Kondisi Merapi Sepekan Terkahir

Foto ilustrasi Gunung Merapi. - Antara
27 November 2020 19:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih tinggi meski cenderung stabil. Dalam seminggu ini, terjadi perubahan morfologi area puncak.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, dalam laporan mingguannya, dengan rentang pengamatan 20-26 November, tercatat telah terjadi 2.464 gempa multifase, 227 gempa vulkanik dangkal, empat gempa low frekuensi, 340 gempa guguran, 541 gempa hembusan dan sembilan kali gempa tektonik.

“Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggarapada 26 November menunjukkan adanya perubahan, yakni runtuhnya sebagian kubah lava 1954. Guguran teramati dari Pos Babadan dengan jarak luncur maksimal 1 Km di sektor barat ke arah hulu kali Lamat pada 22 November pukul 06.48 WIB,” ujarnya, Jumat (27/11/2020).

Deformasi Gunung Merapi yang dipantau menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 11 cm per hari. Meski terjadi hujan, tidak dilaporkan adanya lahar maupun penambahan aliran di sejumlah sungai di sekitar Gunung Merapi.

Sementara dari pantauan pada Jumat (27/11/2020) pukul 00.00-12.00 WIB, tercatat terjadi enam gempa guguran, 24 gempa hembusan, 99 gempa multifase dan delapan kali gempa vulkanik dangkal. Dengan aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga.