Moderasi Beragama Diperlukan untuk Menjaga NKRI

Dosen IIQ Yogyakarta, Braham Maya Baratullah (kiri) saat menyampaikan materi dalam diskusi webinar bertena Implikasi Sikap Moderat: Peta Jalan Moderasi Beragama Bagi Mahasiswa, Sabtu (28/11/2020). - @Zoom.
30 November 2020 06:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dosen Intitut Ilmu Al-Quran (IIQ) An-Nur Bantul, Yogyakarta, Braham Maya Baratullah menyatakan perlunya sikap moderasi dalam perspektif agama dan resolusi konflik, serta membaca masa depan agama dalam wacana pluralisme, multikultural, nasionalisme dan demokrasi, untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan Braham dalam diskusi Webinar Nasional yang disleneggarakan Dema IIQ An-Nur Yogyakarta dan DEMA IIQ An-Nur Jakarta, Sabtu (28/11/2020). Diskusi dengan tema  Implikasi Sikap Moderat: Peta Jalan Moderasi Beragama Bagi Mahasiswa itu dihadiri sebanyak 300 mahasiswa.

BACA JUGA : Di Era Jokowi, Pelanggaran Kebebasan Beragama di DIY

Braham mengatakan konflik teologis dan kekerasan sejatinya tidak bisa dilepaskan dari model paham keagamaan yang radikal atau ekstrem, esklusif, sektarian, dan ideologis, “Ini justru menunjukan sikap saling curiga terhadap penganut agama lain, bahkan intoleran, bahkan mengancam NKRI,” kata Braham.

Karena itu, dia mengajak perlunya sikap moderat, membangun visi keagamaan ke depan di tengah masyarakat yang multikultural dengan pergerseran prinsip dari permusuhan menjadi persaudaraan, dari sikap ekstrem menjadi sikap moderat dan tengah-tengah, dari pandangan yang cenderung melaknat orang lain menuju kasih sayang dan toleran, dari sikap ekslusif ke arah inklusif.

Narasumber lainnya dalam diskusi tersebut adalah dosen IIQ Jakarta, Muhammad Ulin Nuha. Beberapa poin yang disampaikan Ulin Nuha untuk membangun modrasi di kalangan mahasiswa adalah perlunya memperbanyak literasi, memperbanyak ruang dialog di dunia nyata, belajar memahami orang lain, dan mahasiswa perlu dilibatkan dalam mencari problem sosial keagamaan dan kebangsaan.

BACA JUGA : Buntut Kasus Pemotongan Salib Nisan, Polisi Didesak

Kedua Narasumber bersepakat pentingnya sikap moderasi dipupuk sejak dini di kalangan mahasiswa agar kedepan mereka kelak mengisi kepemimpinan Bangsa dapat mengutamakan sikap netral, toleran, adil, dan moderat sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang juga tersirat dalam Ideologi Pancasila.

Webinar tersebut juga sekaligus meluncurkan buku ‘Moderasi Beragama Sebagai Paradigma Resolusi Konflik’ karya Braham Maya Bartullah.