Festival Teater DIY 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Belajar dan Berkarya
Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar
Perbaikan infrastruktur./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Dana Keistimewaan (Danais) turut berperan dalam mengembangkan tata ruang di sejumlah kawasan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah titik kawasan yang sebelumnya tak tertata menjadi buktinya.
“Urusan tata ruang ini masuk dalam kerangka untuk memanfaatkan struktur ruang dan pola ruang. Ini sudah kami laksanakan lewat penataan jalur pedestrian [di Malioboro]. Bukan hanya itu, tapi juga menjaga bagaimana pedestrian ini bisa terawat dan terjaga,” ujar Kepala Bidang Urusan Tata Cara Pengisian Gubernur dan Wakil Gubernur, Kelembagaan, Pertanahan dan Tata Ruang Paniradya Kaistimewan DIY, Kusno Wibowo, Senin (7/12).
Program pengembangan tata ruang juga ditujukan untuk menata kawasan Tugu Jogja. Kawasan itu sebelumnya bermasalah dengan kabel-kabel udara yang semrawut. Lewat penggunaan danais, Tugu Jogja pun diproyeksikan tampil dengan wujud baru. Lebih rapi dan tentunya nyaman untuk pengunjung.
Bergeser sedikit ke timur, yakni di kawasan Kotagede yang sebelumnya bermasalah dengan saluran air hujan. “Kalau tahun-tahun lalu mereka mengalami banjir pada musim hujan. Mungkin sekarang sudah berkurang atau bahkan tidak mengalami. Ini kan mereka [masyarakat] merasakan manfaatnya. Namun kadang tidak tahu ini karena [dibangun dari] Danais,” ujar Kusno.
Berkaitan dengan tata ruang kesitimewaan, terdapat 18 satuan ruang strategis (SRS) yang saling terhubung, baik dari kemanfaatan dan juga aksesibilitasnya. Seperti yang dicontohkan Kusno, yakni pembangunan jalan yang menghubungkan kawasan Prambanan – Gunungkidul. Dia berharap, proses pembelian lahan dan infrastruktur untuk proyek itu sudah beres pada 2023 mendatang.
Pengembangan tata ruang juga tidak akan berpusat di tengah saja. Kawasan Pantai Selatan sepanjang 116 kilometer yang meliputi Pantai Gunungkidul, Pantai Samas, Pantai Parangtritis, dan Pantai Kulonprogo pun juga turut mendapat bagian.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan, Aris Eko Nugroho mengatakan tiga kawasan itu termasuk dalam 18 SRS dan menjadi barometer keberhasilan penataan tata ruang keistimewaan. Maka demikian, fokus penataan ruang tata ruang di sana akan menjadi fokus Pemda DIY pada 2021.
“Tahun 2021 ada penganggaran berkaitan dengan detailed engginering design [DED], kemudian berkaitan dengan pengadaan lahan di sana. Saat ini sedang dalam tahap proses sosialisasi,” kata laki-laki yang akrab disapa Aris itu, Senin, (7/12).
Terdapat tiga dari 33 desa di pinggir kawasan pantai selatan yang rencananya akan menjadi kawasan percontohan. Yakni, Desa Tileng, Gunungkidul; Desa Gadingsari, Bantul; Desa Bugel, Kulonprogo. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.
Waspadai pinjol ilegal dan spam. Simak 3 cara blokir nomor HP tak dikenal di Android, iPhone, dan GetContact. Lindungi saldo rekening Anda
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.
Belanja OnlyFans di Singapura diperkirakan mencapai US$18,8 juta pada 2026, tertinggi di Asia untuk pengeluaran per 10.000 orang dewasa.