Curi Emas Demi Calon Pacar, Warga Pengasih Dibekuk Polisi

EP saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Kulonprogo, Selasa (8/12/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 Desember 2020 09:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Seorang pemuda di Kulonprogo harus berurusan dengan kepolisian setempat karena kedapatan telah mencuri sejumlah perhiasan emas dari sebuah rumah di wilayah Kapanewon Samigaluh. Emas hasil curian itu rencananya hendak diberikan kepada pujaan hatinya.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffri mengatakan pemuda tersebut berinisial EP, 26, warga Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo. EP yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian tersebut melakukan aksinya pada Sabtu, 24 Oktober 2020 sekitar pukul 07.00 WIB di sebuah rumah di wilayah Dusun Nglambur, Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh.

Jefri menerangkan, kronologi pencurian berdasarkan penuturan tersangka, bermula ketika EP yang hendak bermain ke rumah temannya di Nglambur memutuskan untuk putar balik, karena sesampainya di sana ternyata sedang ada upacara kematian. Dalam perjalanan pulang, EP melihat kebun salak dan berniat meminta buahnya kepada sang pemilik. Kebetulan di dekat kebun itu terdapat sebuah rumah. EP lantas mengetuk rumah tersebut, tetapi tidak ada jawaban.

Karena itu, EP kemudian masuk ke dalam rumah lewat pintu depan yang posisinya tidak dikunci. "Di dalam rumah, tersangka mengambil sejumlah perhiasan emas dan handphone. Setelah itu pergi," kata Jeffri, dalam jumpa pers di Mapolres Kulonprogo, Selasa (8/12/2020).

Jefri menjelaskan korban baru mengetahui rumahnya disatroni pencuri sepulang dari melayat sekitar pukul 08.00 WIB. Korban kemudian melaporkan peristiwa ini kepada Polsek Samigaluh. Setelah dilakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, petugas berhasil menangkap EP di wilayah Pengasih, pada 1 Desember kemarin.

"Dari tangan tersangka kami menyita satu buah gelang emas rantai, cincin emas, sepasang anting-anting emas, sebuah handphone dan kendaraan bermotor yang digunakan saat melakukan aksi tersebut," ucap Jefri.

EP yang dihadirkan dalam jumpa pers ini mengakui perbuatannya. Adapun niatnya mencuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan hendak menyenangkan calon pacarnya. "Rencananya [perhiasan emas] mau saya kasih buat calon pacar," ucapnya.

Belakangan diketahui EP merupakan residivis kasus serupa yang baru keluar dari penjara pada Agustus 2019 silam. Sebelumnya ia sudah pernah melakukan tindakan serupa di sejumlah wilayah baik di Kulonprogo maupun DIY. Modus yang digunakan yaitu menyasar rumah kosong.

Atas perbuatannya, EP akan dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara.