Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina Siapkan Rantai Pasok SAF
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Warga Temanggal 1 Purwomartani Kalasan memasang spanduk meminta pemerintah memerhatikan nasib korban pembangunan jalan tol dengan memberikan ganti kerugian yang sepadan, Kamis (10/12/2020)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah warga di Sleman menolak tawaran ganti rugi lahan proyek tol Jogja-Solo dari pemerintah.
warga Temanggal 1 Purwomartani sejak akhir pekan lalu memasang spanduk menyikapi rendahnya nilai ganti keuntungan bagi warga terdampak pembangunan jalan tol. Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, beberapa sepanduk dibentangkan di jalan masuk padukuhan tersebut. Warga menyuarakan kegelisahan di spanduk-spanduk yang dipasang.
"Kami tidak menolak pembangunan jalan tol, tapi hargailah hak kami," "Kalau ganti ruginya hanya sebesar harga pasar saat sekarang, Bagaimana kami bisa cari gantinya?" "Kami tidak jual tanah, kami adalah korban yang harus diperhatikan dengan ganti untung di atau harga pasaran," tulisan spanduk yang dipasang warga.
Budi Santoso, warga Temanggal 1 mengatakan spanduk-spanduk itu memang dipasang oleh warga. Spanduk dipasang sebagai ungkapan kerisauan dan kegelisahan warga ketika mengetahui nilai ganti kerugian warga Temanggal 2 yang dinilai sangat kecil. "Harga per meternya hanya sekitar Rp2 juta. Padahal harga tanah di sini saja sudah Rp3 jutaan. Ini jelas menyulitkan warga untuk mencari tanah pengganti di sekitar sini," kata Budi.
Diakui Budi, sampai saat ini memang belum ada Tim Appraisal yang masuk ke Temanggal 1. Hanya saja, warga mengetahui nilai ganti kerugian dari saudaranya di Temanggal 2. "Setelah dihitung-hitung ternyata ganti keuntungannya hanya Rp2 juta per meter. Idealnya di atas itu, itu baru ganti untung. Ya kalau omong-omongan warga sekitar Rp8 juta per meter," usul Budi.
Dia menolak jika aksi warga tersebut ditunggangi oleh LSM atau kelompok tertentu. Menurutnya, aksi tersebut murni aksi kegelisahan dari warga. "Tidak ada LSM dalam aksi ini, ini murni aspirasi kami karena kami tidak tahu lagi harus menyampaikan kepada siapa. Kami berharap agar pemerintah bisa memerhatikan kami. Kami tidak menolak pembangunan tetapi hargailah hak kami," kata Budi.
Sebelumnya, Dukun Temanggal 1 Sugiharto menjelaskan ada sekitar 150 warganya dalam satu RT tergusur pembangunan jalan tol Jogja-Solo. Dari jumlah tersebut, sekitar 30% sudah berusia lanjut. Total terdapat 32 rumah yang tergusur dalam satu RT. Warga awalnya mengusulkan agar pemerintah kembali mempertimbangkan dan menggeser trase tol. Namun permintaan warga tidak bisa dikabulkan dengan alasan akan mengubah semua trase.
"Warga memang kesulitan mendapatkan lahan pengganti. Bagaimana pun warga mendukung program pemerintah. Tapi juga berharap mereka dipermudah mendapatkan tanah pengganti," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.
Lionel Messi akan menjalani laga terakhir bersama Argentina melawan Benin. Lionel Scaloni memprediksi momen itu sangat emosional.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.
Zinedine Zidane membela Cristiano Ronaldo yang disorot usai meninggalkan timnas Portugal dan mengenang kesuksesan mereka di Real Madrid.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 5 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius di Kota Jogja.