6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Warga Temanggal 1 Purwomartani Kalasan memasang spanduk meminta pemerintah memerhatikan nasib korban pembangunan jalan tol dengan memberikan ganti kerugian yang sepadan, Kamis (10/12/2020)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah warga di Sleman menolak tawaran ganti rugi lahan proyek tol Jogja-Solo dari pemerintah.
warga Temanggal 1 Purwomartani sejak akhir pekan lalu memasang spanduk menyikapi rendahnya nilai ganti keuntungan bagi warga terdampak pembangunan jalan tol. Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, beberapa sepanduk dibentangkan di jalan masuk padukuhan tersebut. Warga menyuarakan kegelisahan di spanduk-spanduk yang dipasang.
"Kami tidak menolak pembangunan jalan tol, tapi hargailah hak kami," "Kalau ganti ruginya hanya sebesar harga pasar saat sekarang, Bagaimana kami bisa cari gantinya?" "Kami tidak jual tanah, kami adalah korban yang harus diperhatikan dengan ganti untung di atau harga pasaran," tulisan spanduk yang dipasang warga.
Budi Santoso, warga Temanggal 1 mengatakan spanduk-spanduk itu memang dipasang oleh warga. Spanduk dipasang sebagai ungkapan kerisauan dan kegelisahan warga ketika mengetahui nilai ganti kerugian warga Temanggal 2 yang dinilai sangat kecil. "Harga per meternya hanya sekitar Rp2 juta. Padahal harga tanah di sini saja sudah Rp3 jutaan. Ini jelas menyulitkan warga untuk mencari tanah pengganti di sekitar sini," kata Budi.
Diakui Budi, sampai saat ini memang belum ada Tim Appraisal yang masuk ke Temanggal 1. Hanya saja, warga mengetahui nilai ganti kerugian dari saudaranya di Temanggal 2. "Setelah dihitung-hitung ternyata ganti keuntungannya hanya Rp2 juta per meter. Idealnya di atas itu, itu baru ganti untung. Ya kalau omong-omongan warga sekitar Rp8 juta per meter," usul Budi.
Dia menolak jika aksi warga tersebut ditunggangi oleh LSM atau kelompok tertentu. Menurutnya, aksi tersebut murni aksi kegelisahan dari warga. "Tidak ada LSM dalam aksi ini, ini murni aspirasi kami karena kami tidak tahu lagi harus menyampaikan kepada siapa. Kami berharap agar pemerintah bisa memerhatikan kami. Kami tidak menolak pembangunan tetapi hargailah hak kami," kata Budi.
Sebelumnya, Dukun Temanggal 1 Sugiharto menjelaskan ada sekitar 150 warganya dalam satu RT tergusur pembangunan jalan tol Jogja-Solo. Dari jumlah tersebut, sekitar 30% sudah berusia lanjut. Total terdapat 32 rumah yang tergusur dalam satu RT. Warga awalnya mengusulkan agar pemerintah kembali mempertimbangkan dan menggeser trase tol. Namun permintaan warga tidak bisa dikabulkan dengan alasan akan mengubah semua trase.
"Warga memang kesulitan mendapatkan lahan pengganti. Bagaimana pun warga mendukung program pemerintah. Tapi juga berharap mereka dipermudah mendapatkan tanah pengganti," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.