Fenomena Api Seyegan Ternyata Bukan Gas Alam, Ahli Serahkan ke Polisi
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar bagian belakang hotel di daerah Caturtunggal, Depok, Sleman pada Sabtu (12/12/2020) dini hari./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Kebakaran terjadi di salah satu hotel di di Jl. Cendrawasih, Caturtunggal, Depok, Sleman. Hujan turut membantu memadamkan si jago merah yang membakar bagian belakang hotel.
Komandan Regu, Dinas Kebakaran Kota Jogja, Sunarno menyebutkan jawatannta mendapat laporan terjadinya kebakaran sekitar pukul. 02.30 WIB. Setelah menerima laporan tim bergegas menuju lokasi dan menghubungi kantor Pemadam Kebakaran Sleman dan UGM.
"Dinas Kebakaran Kota Jogja meminta bantuan ke Dinas Pemadam Sleman dan UGM. Kami ke lokasi dengan membawa enam unit damkar dari Kota Jogja tiga, dari UGM satu, dan Sleman dua unit," kata Sunarno.
Total kurang lebih 25 petugas turun ke lokasi guna padamkan api. Api dipadamkan pada pukul 03.30 WIB.
Sunarno belum bisa memaparkan penyebab kebakaran dan total kerugian yang dapat ditimbulkan insiden tersebut.
"Alhamdulillah ada hujan, ini bantuan dari alam,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
China menyindir Uni Eropa saat AC buatan Negeri Tirai Bambu diburu warga Eropa yang dilanda gelombang panas ekstrem.
Sri Sultan meminta wisatawan menunda pendakian Gunung Merapi karena aktivitas vulkanik masih berstatus Siaga dan berpotensi menimbulkan bahaya.
Dani Holgado resmi direkrut Gresini Ducati untuk MotoGP 2027. Pembalap Spanyol itu menjadi rookie pertama yang mengamankan kursi di era baru mesin 850cc.
Bank Dunia menghapus target pembiayaan iklim 45 persen setelah tekanan AS. Negara berkembang khawatir pendanaan transisi hijau dan adaptasi iklim melemah.
Portugal menghadapi Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Cristiano Ronaldo memburu rekor sejarah, sementara Luka Modric memimpin Vatreni.