Ada Program Sertakan BPJamsostek, Perusahaan di Jogja Diajak Lindungi Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Gedung DPRD Sleman./JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN- Pembangunan Gedung DPRD Sleman mendekati tahap finishing. Proyek infrastruktur yang tetap dilanjutkan selama pandemi Covid-19 ini ditarget selesai pada 30 Desember mendatang.
Untuk memastikan proses penyelesaian proyek tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo meninjau langsung hasil pembangunan. Sri mengamati setiap ruangan dalam gedung. Beberapa ruang seperti ruang fraksi partai, ruang rapat, ruang paripurna hingga kamar mandi dan beberapa ruangan lainnya di gedung tersebut tak luput dari pengamatannya.
Dari hasil peninjauan tersebut, Bupati mengatakan masih banyak kekurangan dan perlu dilakukan sejumlah perbaikan. Terutama di bagian eksterior yang menurutnya belum terlihat rapi, tidak simetris dan bergelombang. "Beberapa bagian finishing-finishing perlu diperbaiki agar terlihat rapi. Kami minta sebelum diserahkan kepada Pemkab, tim pengawas meninjau kembali secara keseluruhan," katanya didampingi Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta dan jajarannya saat meninjau Gedung DPRD Sleman, Senin (14/12/2020).
Sri Untung, Pimpinan Proyek Pembangunan Gedung DPRD Sleman itu mengaku akan menindaklanjuti kekurangan yang dimaksud. Dia optimis dapat menyelesaikan proyek tersebut sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. "Kami optimis dapat selesai pada tanggal 30 Desember mendatang. Dalam 3-4 hari kedepan kami akan selesaikan ruang paripurna," ungkapnya.
Pembangunannya gedung DPRD Sleman tersebut menghabiskan anggaran Rp101 M. Gedung yang ditargetkan selesai pada 30 Desember tersebut, saat ini sudah mencapai 96% pembangunan. Adapun kontraktor pelaksaan pembangunan, PT. Ardi Tekindo Perkasa.
Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengatakan gedung yang memiliki tiga lantai tersebut selain untuk aktiVitas perkantoran Dewan DPRD Sleman juga akan digunakan untuk aktivitas ekonomi masyarakat. Di lantai paling atas gedung tersebut nantinya akan memiliki ruang khusus untuk UMKM Sleman.
"Ini agar pelaku UMKM bisa memajang produknya. Jadi jika ada temen-temen DPRD daerah lain berkunjung dapat melihat produk UMKM Sleman," ungkapnya.
Haris mengungkapkan seusai dengan jadwal, gedung tersebut akan rampung pada 31 Desember 2020 mendatang. "Akhir Desember itu rampung. Tapi yang siap digunakan gedung paripurna, sedangkan perlengkapan mebeler (kursi, meja) belum, nanti akan dianggarkan pada 2021," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Indonesia menghadapi Malaysia di semifinal Suhandinata Cup 2026, Jumat pukul 19.00 WIB. Simak jadwal dan cara menonton pertandingan.
Warga dan organisasi sipil Kalimantan Barat menggugat pemerintah terkait karhutla dan kabut asap. Sidang perdana ditunda hingga 21 Oktober.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan pemberhentian Lurah Bohol Margana setelah putusan korupsi inkrah. Pemkab masih menunggu salinan putusan kasasi MA.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tayang di bioskop sejak 8 Oktober 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, durasi, dan format penayangannya.
Amazon meluncurkan Alexa Tablet 8, 11, dan 12 Pro dengan Android, Google Play Store, serta Alexa+. Harga mulai sekitar Rp4,1 juta.