Menang Pilkada Bantul, Halim-Joko Segera Lakukan Ini

Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo berjabatangan seusai Halim mendaftar sebagai bakal Calon Bupati Bantul lewat penjaringan DPC PDIP, beberapa waktu lalu. - Ist
15 Desember 2020 19:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pangan calon bupati dan wakil bupati Bantul terpilih, Abdul Halim Muslih dan Joko Budi Purnomo akan segera berkonsolidasi dengan partai pengusung untuk merealisasikan apa yang menjadi visi misinya setelah dinyatakan menang Pilkada Bantul 2020.

KPU sudah mengeluarkan hasil pilkada dan hasilnya Abdul Halim Muslih-Joko Budi Purnomo unggul dari rivalnya Suharsono dan Totok Sudarto dengan perbandingan suara 305.563 suara untuk Halim-Joko dan 228.407 untuk Suharsono-Totok. Selanjutkan KPU segera rapat pleno penetapan pasangan calon pada akhir Desember atau awal januari Mendatang.

BACA JUGA: PILKADA GUNUNGKIDUL: Peluang Sutrisna Wibawa Menggungat ke MK Nyaris Tertutup

“Kami berskukur pada Tuhan atas kemenangan ini, kemudian kami sampaikan apresaisi dan trima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakata Bantul yang telah berikan amanah pada Halim-Joko dengan memberikan suara pada pemilukada 9 Desember kemarin. Kami sukuri kami terima kasih,” kata Joko Purnomo.

Kendati sudah dipastikan menang, namun politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini masih menghormati KPU untuk menyelenggarakan rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul. “Setelah itu yang kami lakukan adalah konsolidasi dengan partai pengusung dalam rangka konolidasi visi-misi. Karena kami harus sosialisasikan visi misi kami kepada masyarakat,” ujar Joko.

Dia juga mengajak masyarakat Bantul untuk sama-sama mewujudkan Bantul yang harmonis, sejahtera, dan berkeadilan dengan semangat Projotamansari yang sejahtera, demokratis, dan agamis.

Sebagaimana diketahui pasangan Halim-Joko diusung PDIP, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Selain itu pasangan ini juga didukung partai Gelora, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Hanura dan Perindo.