Dies Natalis ke-62, UPN Veteran Wujudkan Desa Tangguh Bencana

Poster pelaksanaan kuliah umum UPN Veteran Jogja. - Ist.
16 Desember 2020 12:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--UPN “Veteran” Yogyakarta menaruh perhatian besar dalam manajemen bencana. Selama pandemi ini, UPN "Veteran" Yogyakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan desa tangguh bencana melalui kerjasama dengan desa mitra dalam menghadapi Covid-19.

Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) M. Irhas Effendi mengatakan jika tujuan dari kegiatan ini adalah penguatan komunitas desa mitra dalam menghadapi Covid-19 sebagai bagian dari capacity building dan bantuan langsung berupa pemenuhan kebutuhan hidup bagi warga yang menjalani isolasi mandiri.

"Penguatan ini juga dilakukan untuk Pusat Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) Terdekat. Puskesmas yang menjadi prioritas kegiatan adalah puskesmas yang wilayah kerjanya memiliki rumah isolasi mandiri milik warga," ujar Irhas melalui keterangan tertulisnya pada Selasa (15/12).

Lebih lanjut, ada lima kecamatan yang menjadi sasaran utama program UPN “Veteran” Yogyakarta dalam membangun “Desa Tangguh Bencana” yaitu kecamatan Depok, Dukuh, Selo, Cangkringan dan Ngemplak.

UPN “Veteran” Yogyakarta bersama para pihak “pentahelix” lainnya bekerjasama mendukung warga Tembi untuk mewujudkan dan menyiapkan Rumah Isolasi Mandiri. Selain itu UPN “Veteran” Yogyakarta juga memfasilitasi kegiatan anak-anak agar tidak bosan selama pandemic dengan melakukan lomba gambar bertemakan kampanye kesehatan dan kebersihan serta bercocok tanam.

"UPN “Veteran” Yogyakarta juga membantu sosial ekonomi dan ketahanan pangan warga melalui dukungan peternakan lele, berkebun dan pembuatan masker non medis. Sedangkan untuk masyarakat di sekitar kampus, UPN “Veteran” Yogyakarta bekerjasama dengan BNI Cabang UGM telah memberikan bantuan paket sembako kepada warga pedukuhan Tambakbayan, Caturtunggal, Depok Sleman," terangnya.

Selain berkomitmen dalam menguatkan kapasitas masyarakat selama pandemi, UPN “Veteran” Yogyakarta juga berperan aktif dalam penanganan darurat bencana erupsi gunung Merapi.

Sejak bulan September 2020, Pusat Studi Manajemen Bencana (PSMB) UPN “Veteran” Yogyakarta bekerja sama dengan FPRB, BPBD Sleman, RedR Indonesia dan UNICEF melakukan pendampingan pada 7 desa, yaitu Glagaharjo, Kepuharjo, Umbulharjo, Hargobinangun, Purwobinangun, Girikerto dan Wonokerto) untuk melakukan Adaptasi Rencana Kontingensi Merapi di masa pandemi Covid-19.

"UPN “Veteran” Yogyakarta bekerjasama dengan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan serta jejaring kampus sehat di Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan Program Kampus Sehat pada 19 November 2020," ungkapnya.

Diinisiasinya kampus sehat di UPN dan sejumlah kampus yang ada di DIY merupakan langkah untuk meningkatkan upaya perguruan tinggi dalam mewujudkan kampus sehat di Indonesia.

Lebih lanjut, bencana tanah longsor kerap terjadi di sejumlah daerah di Indonesia saat musim penghujan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana tersebut oleh berbagai pihak, salah satunya yaitu UPN “Veteran” Yogyakarta dengan pemberian bantuan berupa alat deteksi dan peringatan dini (ADPD) tanah longsor di dusun Slatri, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah.

"Alat ini merupakan salah satu hasil Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) tentang pemetaan zona rawan longsor di

Jawa Tengah oleh peneliti dari Fakultas Teknologi Mineral. Pada tahun 2019, alat serupa telah dipasang pula di desa Watuduwur, dan desa Telagaguwa, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah," pungkasnya.