Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
\nKegiatan patroli tim gabungan Forkomincam Depok Sleman untuk membubarkan keramaian dan melebihi batas waktu operasional di salah satu Warmindo di Babarsari beberapa waktu lalu. /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah bakal mengerahkan aparat untuk memperketat pengawasan protokol Covid-19 di wilayah DIY pada Natal dan Tahun Baru. Termasuk kawasan pantai yang kerap menjadi tempat berkerumun.
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, menuturkan pihaknya bersama Satpol PP kabupaten-kota, TNI dan Polri akan kerahkan semua kekuatan lakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan.
“Mengawasi tanggal 24 malam [malam natal], akan patroli di tempat-tempat ibadah apakah sudah terapkan protokol kesehatan apa belum. Kedua di tanggal 31 malam [pergantian tahun] kami akan lakukan seluruh kekuatan di destinasi wisata yang biasanya digunakan untuk malam tahun baru,” katanya, Kamis (17/12/2020).
Pantai menjadi lokasi yang kerap menimbulkan kerumunan karena masih menjadi tujuan favorit wisatawan saat musim libur. Untuk itu, khusus untuk pantai, pihaknya sudah tempatkan 328 personel untuk menjaga pada akhir pekan dan hari libur. Petugas akan patroli dan berikan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan dengan memungut sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Samsung kembali menjadi vendor smartphone terbesar dunia pada kuartal II 2026. Krisis memori global membuat pasar HP lesu dan harga perangkat berpotensi naik.
Memasuki tahun ajaran baru, orang tua perlu menentukan uang saku anak secara tepat. Simak cara menghitung nominal ideal sekaligus mengajarkan literasi keuangan
Superkomputer Opta menempatkan Prancis sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 dengan peluang 34,05 persen. Argentina justru berada di posisi terakhir di antara
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat selama Juli hingga September 2026. Setiap keluarga akan menerima
DLH Kulonprogo mencatat volume sampah yang masuk TPA Banyuroto turun dari 33 ton menjadi 24 ton per hari setelah penerapan aturan penolakan sampah organik.