Hampir Separuh Petahana di Pilurdes Sleman Tumbang

Ilustrasi. - Antara
20 Desember 2020 22:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaksanaan pemilihan lurah (Pilur) dengan metode e-voting di Sleman pada Minggu (20/12/2020) banyak menimbulkan kejutan. Tidak hanya hasil Pilurah dapat diketahui secara cerdas, cepat dan akurat, hampir separuh calon lurah yang berstatus incumbent bertumbangan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilur yang digelar di 49 kalurahan dan 17 kapanewon, persaingan para calon untuk merebut hati masyarakat cukup ketat. Bahkan dari 45 mantan lurah (Kepala Desa) yang kembali berebut kursi nomor satu di desanya, hampir separuhnya tumbang.

Di Kapanewon Berbah, mantan lurah Kalitirto Suparwoto harus mengakui kemenangan pesaingnya Arihadi. Arihadi mampu meraih 40,62% suara lebih unggul dibandingkan empat calon lainnya. Begitu juga dengan lurah baru di Tegaltrito Sarjono yang meraih 52,68% suara.

Di Kapanewon Cangkringan, dari empat kalurahan dua di antaranya dimenangkan oleh petahana. Meliputi Suroto mantan lurah Glagaharjo dengan suara terbanyak 82,42%, dan Heri Suprapto mantan lurah Kepuharjo ini meraih 62,13% suara mengalahkan anaknya, Amino Fajar Nugroho. Adapun lurah baru di Argomulyo diraih Danang Hendri yang meraih 78,54% dan di Wukirsari Handung Tri (50,67%) menang tipis dan mengalahkan lurah lama Fuad Jauhari (49,33%).

BACA JUGA: Wisatawan Batal ke Jogja Gegara Swab Antigen, Reservasi Hotel Anjlok Jadi 25%

Di Kapanewon Depok, mantan lurah Caturtunggal Agus Susanto (65,43%) unggul banyak dibandingkan empat pesaingnya. Raihan Agus merupakan terbanyak mencapai 12.363 sementara pesaing terdekatnya Muhammad Latif hanya meraih 4.364 suara.

Di Kapanewon Gamping, mantan lurah Balecatur Sebrat Haryanti bersaing ketat dengan Andri Septiyanto. Andri mendapat suara terbanyak (46,74%) mengalahkan Sebrat yang meraih 40,51% suara. Adapun di Banyuraden Sudarisman petahana masih mengungguli lawannya Wiwit Kurniawan.

Di Kapanewon Godean, kemenangan diperoleh dengan mudah oleh masing-masing incumbent. Di Sidoagung Udy Utomo (petahana) mengalahkan saudaranya, Titik Sikatni. Begitu juga Sidoluhur Hernawan Zudanto (petahana), Sidomoyo Haryadi (petahana), Sidomulyo Rustho Busono (petahana) juga menang mudah dengan para pesaingnya. Yang menarik, nama besar Ketua Paguyuban Dukuh Sleman Sukiman belum mampu mengalahkan mantan lurah Sidorejo Isharyanto (petahana). Isharyanto meraih 63,17% sementara Sukiman (36,83%).

Untuk Kapanewon Kalasan raihan dua petahana di Purwomartani yakni Semiono dan Gandang Harjanta di Tamanmartani masih mengungguli lawan-lawannya. Hanya incumben Tirtomartani Danang Kristiawan yang kalah dengan Indra Gunawan (baru).

Di Kapanewon Minggir semua kemenangan tidak berpihak kepada para petahana. Mayoritas warga rupanya menginginkan adanya perubahan pimpinan baru. Di Sendangarum Wiwik Retno Yulianti mampu mengalahkan petahana Suwita. Di Sendangmulyo Budi Susanto juga mengalahkan mantan lurah Sukapsir. Begitu juga di Sendangrejo Herjanto mampu menumbangkan lurah lama Catur Tri Suwanti dan di Sendangsari incumbent Sayadi harus mengakui kemenanhan Afan Nur Hisan.

Di Mlati dua petahana Senen Haryanto (Sinduadi) dan Hadi sunyoto (Sumberadi) menang. Begitu juga dua petahana di Moyudan Duldjiman (Sumberagung) dan Sigit Tri Susanto (Sumberrahayu). Adapun di Ngaglik hanya petahana Sindumartani Mijiyono yang kalah suara dari Anang Zamroni. Sisanya, baik Edi Suroto (Minomartani), Sudarja (Sinduharjo) dan Hadi Subronto (Sukoharjo) menang.

Di Ngemplak tiga petahana Erwanto (Umbulmartani), Teguh Budiyanto (Wedomartani) dan Heruyono (Wedodomartani) mampu mempertahankan kursinya. Untuk Pakem, hanya petahana Heri Suasana (Purwobinangun) yang bertahan dan dua lurah baru yang meraih suara terbanyak masing-masing Amin Sarjito (Hargobinangun) dan Fajar Akbar Kurniawan (Harjobinangun)

Yang mengejutkan, dua petahana di Kapanewon Prambanan tumbang. Mantan luraj Sambirejo Mujimin harus mengakui keunggulan pesaingnya Wahyu Nugroho begitu juga mantan lurah Sumberharjo Lekta Manuri yang juga ketua salah satu paguyuban lurah dan perangkat desa
Di Sleman harus menyerahkan tampuk pimpinan lurah kepada Kurniawan Widiyanto.

Di Margoagung Seyegan Djarwo Suharto lurah baru yang mengalahkan lurah lama Edi Yulianto. Hanya Sunaryo yang bertahan menjadi lurah di Margoluwih Sunaryo. Adapun di Kapanewon Sleman lurah baru hanya terjadi di Caturharjo Agus Sutanto. Sementara di Pandowoharjo Catur Sarjumiharta (petahana) dan Triharjo Irawan (petahana) tetep menjadi lurah. Bahkan Irawan memiliki presentase raihan tertinggi di Pilur tahun ini sebanyak 95,62%.

Di Kapanewon Tempel tiga mantan lurah tumbang. Masing-masing Kalurahan Merdikorejo dimenangi oleh Agus Prasetya semantara petahana Bambang Purasto kalah, di Mororejo Jaka Ristanta mengalahkan petahana Rony Nurdiyantoro dan di Pondokrejo Widayatma mengalahkan petahana Raharja. Hanya dua petahana yang mampu bertahan yakni di Sumberrejo Andjar Purwanto dan Tambakrejo Suhardono.

Di Kapanewon Turi petahana Lurah Dionokerto Waluyo Jati masih bertahan sementara di Girikerto Sudibya lurah baru mampu mengalahkan lurah lama Sumarjanta. Total pada Pilur Sleman di 49 kalurahan sebanyak 21 kalurahan akan diisi dengan lurah baru dan 28 kalurahan lainnya masih dijabat oleh petahana.