Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul memastikan tidak ada sengketa berkaitan dengan hasil pemilihan lurah serentak di 58 Kalurahan. Adapun pelantikan lurah terpilih dilaksanakan pada 17 dan 30 Desember.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DP3AKBPMD Gunungkidul, Kriswantoro mengatakan, pelaksanaan pemilihan lurah di 58 kalurahan berjalan dengan aman, lancar dan damai. Pasca pemilihan, juga disediakan ruang bagi pihak-pihak yang tidak menerima terkait dengan hasil.
Meski demikian, ia mengaku tidak ada yang mengajukan keberatan berkait dengan hasil pemilihan lurah. “Alhamudillah tidak ada sengketa dan memang dalam pelaksanaan semua berjalan dengan lancar,” katanya, Senin (22/11/2021).
Kriswantoro menjelaskan, adapun tahapan pada saat sekarang untuk persiapan pelantikan lurah terpilih. Namun demikian, sebelum pelaksanaan, ia mengaku sedang memproses penerbitan surat keputusan (SK) untuk lurah terpilih. “Masih proses dan diperkirakan selesai dalam waktu dua minggu ke depan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, meski pelaksanaan pemilihan dilakukan secara serentak, namun untuk pelantikan akan dilaksanakan dua kali. Hal ini dikarenakan ada dua kalurahan yang masa jabatan lurahnya di akhir Desember sehingga tidak bisa dilantik serentak.
Baca juga: Terdakwa Pembunuh 2 Warga Kulonprogo Divonis 11 Tahun, Hukuman Masih Bertambah
Rencananya pelantikan untuk 56 lurah dilaksanakan pada 17 Desember mendatang. Sedangkan untuk Lurah Pengkol, Nglipar dan Semoyo, Patuk pelantikan baru dilakukan pada 30 Desember.
“Disesuaikan dengan habisnya masa jabatan lurah,” katanya.
Terpisah, Carik Karangasem, Ponjong, Krisnawati mengatakan, pilihan lurah berjalan dengan lancar aman dan tertib. Adapun hasil dari pemilihan sudah diketahui bersama dan tinggal dilakukan pelantikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pemkab.
Menurut dia, tahapan pemilihan di Karangasem sempat terkendala karena saat pendaftaran hanya ada satu bakal calon dan harus melalui perpanjangan. Pada saat perpanjangan ada tambahan dua pendaftar sehingga terhindar dari penundaan pemilihan di 2024.
“Memang sesuai prosedur dan semua berjalan dengan baik karena tidak ada penundaan pemilihan di Karangasem,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.