Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, SLEMAN--Dua kalurahan di Sleman, yakni Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan dan Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, menggelar Pemilihan Lurah (Pilur) secara e-voting, Minggu (12/12/2021). Pilur ini merupakan gelombang kedua setelah 33 kalurahan telah melaksanakan pilur pada Oktober lalu.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Sleman, Budiharjo, menjelaskan persiapan pelaksanaan Pilur secara e-voting untuk kedua kalurahan tersebut sebenarnya sudah disiapkan jauh hari hingga akhirnya keluar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatasi calon lurah hanya tiga periode.
Keputusan MK tersebut berdampak pada penundaan pelaksanaan Pilurah untuk kedua kalurahan tersebut karena hanya memiliki calon tunggal setelah calon lainnya terganjal keputusan MK. “Pemkab Sleman pun membuka kembali tahapan pendaftaran bagi masyarakat sebagai calon lurah untuk kedua kalurahan tersebut,” ujarnya, Minggu (12/12/2021).
Dalam pilur kali ini, di Kalurahan Sumberarum terdapat sebanyak 5.388 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan 16 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sedangkan untuk Kalurahan Selomartani sebanyak 9.591 DPT yang dilaksanakan di 25 TPS. “Untuk jumlah calon lurah, kedua kalurahan ini masing-masing memiliki lima calon,” katanya.
BACA JUGA: Selamatkan Lingkungan, Kawasan Mata Air di Kulonprogo Ditanami Pohon
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memantau pilur bersama Kapolres Sleman di dua kalurahan Selomartani. Ia menjelaskan proses persiapan hingga pelaksanaan pilur dari awal hingga akhir berjalan lancar. “Sesuai dengan tahapan, secara keseluruhan tidak ada permasalahan baik kamtibmas, protokol kesehatan dan lainnya,” ungkapnya.
Adapun perbedaan dengan pelaksanaan sebelumnya, berdasarkan hasil evaluasi, kali ini pilur di Selomartani ditambah jumlah TPS kelilingnya. Saat ini terdapat lima TPS keliling yang mengakomodasi kebutuhan DPT yang tidak bisa hadir di TPS.
Secara keseluruhan, ia menilai pilur menggunakan e-voting berjalan lebih efektif. “kurang lebih hanya membutuhkan satu sampai dua menit untuk memilih dari tahap pendaftaran, memilih, sampai di akhir. Mempercepat waktu untuk masyarakat memilih sehingga tidak menyebabkan kerumunan,” katanya.
Ia berpesan kepada calon lurah terpilih maupun tidak terpilih untuk tetap menciptakan kondusifitas di masyarakat. Terlebih bagi calon lurah terpilih untuk dapat bekerja semaksimal mungkin mengemban amanah membantu mensukseskan program pemerintah.
”Saya berharap baik lurah terpilih maupun yang tidak terpilih nantinya tetap bersama-sama dapat bergandengan tangan nyengkuyung program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.