Begini Cara Pemkab Bantul Periksa Hasil Swab Antigen Wisatawan

Sekda Bantul Helmi Jamharis (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo saat menyampaikan kondisi terkini soal Covid 19 di kantor Dinas Kesehatan setempat, Selasa (24/3/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
21 Desember 2020 20:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul meminta semua wisatawan dan pelaku perjalanan dari luar daerah yang akan memasuki wilayah Bantul untuk melengkapi dengan hasil rapid test antigen atau hasil tes swab PCR. Jika tidak membawa syarat tersebut wisatawan terancam diminta putar balik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan aturan yang mengaruskan wisatawan melengkapi dengan hasil rapid test antigen atau tes swab sudah sesuai dengan surat edaran dari Pemerintah Pusat. Namun teknis pemeriksaannya nanti akan dilakukan secara sampling.

“Sesuai edaran Gugus Tugas Pusat bahwa untuk monitoring dilakukan secara sampling terhadap pelaku perjalanan sehingga nanti Dinas Perhubungan dan jajaran Forkompinda saat beroperasi bisa ditanyakan [syarat pelaku perjalanan],” kata Sekda, Senin (21/12/2020).

Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta mengatakan sesuai arahan dari Sekda, proses pengawasan wisatawan dan pelaku perjalanan dari luar daerah akan dilakukan seperti operasi patuh protokol kesehatan yang sudah dilakukan selama pandemi Covid-19. Dalam operasi patuh protokol kesehatan tersebut akan ditanyakan juga hasil rapid tes atau tes antigen.

“Kalau memang faktanya dalam operasi patuh kebetulan ada pelaku perjalanan dari luar kota dan tidak dilengkapi syarat kita minta putar balik,” kata Yulius.

“Modelnya sampling tidak ada pemantauan khusus,” sambung Yulius. Model pemeriksaan sampling dilakukan dengan alasan karena sejumlah daerah juga melakukan hal yang sama atau ada screening di luar daerah. Terlebih posisi Bantul berada di tengah sehingga dimungkinkan sudah ada pemeriksaan di wilayah barat Bantul maupun wilayah timur Bantul.

“Tapi seandainya ada yang tertangkap pelaku perjalanan luar daerah [saat operasi patuh protokol kesehatan] tak dilengkapi syarat perjalanan ditambah pelanggar prokes diminta putar balik,” ujar Yulius.