Aliansi BEM Solo Desak Pemerintah Tuntaskan Korupsi Tanpa Tebang Pilih
Aliansi BEM Solo desak pemerintah tegas berantas korupsi tanpa kompromi politik dalam forum mahasiswa Solo Raya.
Semiono, Lurah terpilih Purwomartani, Kalasan, Sleman. /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaksanaan pemilihan lurah (pilur) secara e-voting telah usai. Lurah terpilih akan langsung bekerja untuk masyarakat setelah pelantikan yang rencananya digelar pada Sabtu (26/12/2020).
Lurah terpilih Purwomartani, Kalasan, Semiono mengatakan usai pelantikan nanti ia akan memenuhi janji-janji selama masa kampanye seperti prioritas pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19 dan program terobosan lainnya. Salah satunya rencana pembangunan gedung pertemuan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Gedung tersebut dapat digunakan untuk segala kegiatan warga.
"Hanya saja untuk tahun depan rasanya belum bisa karena anggaran kalurahan masih fokus ke penanganan Covid-19. Kemungkinan bisa tahun 2022. Untuk infrastruktur jalanan yang rusak akan diperbaiki sesuai skala prioritas. Kami juga akan melengkapi sarana dan prasarana kantor kalurahan," kata Semi, Senin (21/12/2020).
Baca juga: Pemda DIY Minta Pengelola Wisata di Jogja Periksa Surat Swab Antigen Pelancong
Dia menyebutkan, masyarakat Purwomartani sebagian besar berprofesi sebagai petani. Pihaknya akan banyak menjalin kerjasama dengan instansi terkait dan perguruan tinggi untuk pelatihan dan berbagai program budidaya di bidang pertanian.
Tujuannya, agar perekonomian masyarakat bisa meningkat. Selain itu, lanjut dia, untuk meningkatkan kapasitas seluruh aparat kalurahan Semi juga akan mengikutkan mereka dengan berbagai pelatihan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Setiap jabatan di kalurahan mulai carik [sekdes], Kasi, Kaur harus mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan sesuai dengan tupoksi yang dimiliki agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih meningkat," ujarnya.
Ia mengaku selama proses Pilur berlangsung, tidak menggunakan money politics atau menggunakan uang (bitingan). Meskipun begitu, dari sekitar 14.000 pemilih raihan suaranya sekitar 60% dibandingkan dua pesaingnya. "Saya tidak memiliki beban karena tidak mengeluarkan cost yang tinggi selama Pilur. Saya mendapat dukungan dari 8.771 pemilih. Ini amanah yang diberikan kepada saya," katanya.
Baca juga: Ombudsman Nilai Kebijakan Pemerintah Tak Konsisten saat Pandemi
Disinggung soal kampanye hitam yang sempat menderanya, Semi mengaku tetap akan melanjutkan proses hukum kepada tim lawan yang telah mencemarkan nama baiknya. Alasannya, meskipun somasi dilayangkan namun tim lawan tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kasus tersebut. "Ya akhirnya langkah hukum tetap akan kami lakukan. Kami berharap sebenarnya jalan kekeluargaan," katanya.
Hal senada disampaikan lurah terpilih Kepuharjo, Cangkringan, Heri Suprapto. Heri mengaku usai pelantikan akan segera mempelajari RPJMDesa untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Salah satu program yang akan dilakukan, kata Heri, terkait masalah penanganan bencana non alam Covid-19 dan juga bencana alam erupsi Merapi. "Saya akan langsung bertugas terutama untuk menangani masalah Covid-19 dan Merapi," ujar Heri.
Terpisah, mantan Lurah Sumberharjo Lekta Manuri dengan gagah mengakui kekalahan pada Pilur serentak tahun ini. Ia juga memberikan selamat atas terpilihnya, Kurniawan Widiyanto sebagai lurah baru. Tak lupa, Lekta meminta maaf kepada masyarakat dan pendukungnya selama menjabat sebagai lurah.
"Ya saya belum beruntung. Apa yang dihasilkan di Pilur ini sudah ketetapan Allah, saya akan fokus dengan keluarga. Saya juga mengajak warga Sumberharjo untuk bersama-sama menatap ke depan demi Sumberharjo yang lebih baik," katanya.
Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo berharap lurah yang terpilih segera menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi saat pandemi Covid-19 ini. "Lurah terpilih hampir separuhnya baru. Saya ingatkan jika tugas pokok mereka sebagai garda terdepan untuk penanganan Covid-19, untuk bersama-sama melawan Covid-19 dan mendorong perekonomian di kalurahan,"kata Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aliansi BEM Solo desak pemerintah tegas berantas korupsi tanpa kompromi politik dalam forum mahasiswa Solo Raya.
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
Festival Layang-Layang Forda DIY 2026 di Imogiri siap meriahkan Bantul dengan tiga kategori lomba dan peserta dari berbagai daerah di DIY.
Pemerintah membantah demo dukung MBG dikondisikan. BGN fokus membenahi tata kelola program dan menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp3 triliun.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan perjalanan sejak pagi hingga malam.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.