Setelah Pelantikan, Lurah Terpilih di Sleman Bakal Langsung Tancap Gas

22 Desember 2020 07:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaksanaan pemilihan lurah (pilur) secara e-voting telah usai. Lurah terpilih akan langsung bekerja untuk masyarakat setelah pelantikan yang rencananya digelar pada Sabtu (26/12/2020).

Lurah terpilih Purwomartani, Kalasan, Semiono mengatakan usai pelantikan nanti ia akan memenuhi janji-janji selama masa kampanye seperti prioritas pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19 dan program terobosan lainnya. Salah satunya rencana pembangunan gedung pertemuan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Gedung tersebut dapat digunakan untuk segala kegiatan warga.

"Hanya saja untuk tahun depan rasanya belum bisa karena anggaran kalurahan masih fokus ke penanganan Covid-19. Kemungkinan bisa tahun 2022. Untuk infrastruktur jalanan yang rusak akan diperbaiki sesuai skala prioritas. Kami juga akan melengkapi sarana dan prasarana kantor kalurahan," kata Semi, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Pemda DIY Minta Pengelola Wisata di Jogja Periksa Surat Swab Antigen Pelancong

Dia menyebutkan, masyarakat Purwomartani sebagian besar berprofesi sebagai petani. Pihaknya akan banyak menjalin kerjasama dengan instansi terkait dan perguruan tinggi untuk pelatihan dan berbagai program budidaya di bidang pertanian.

Tujuannya, agar perekonomian masyarakat bisa meningkat. Selain itu, lanjut dia, untuk meningkatkan kapasitas seluruh aparat kalurahan Semi juga akan mengikutkan mereka dengan berbagai pelatihan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Setiap jabatan di kalurahan mulai carik [sekdes], Kasi, Kaur harus mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan sesuai dengan tupoksi yang dimiliki agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih meningkat," ujarnya.

Ia mengaku selama proses Pilur berlangsung, tidak menggunakan money politics atau menggunakan uang (bitingan). Meskipun begitu, dari sekitar 14.000 pemilih raihan suaranya sekitar 60% dibandingkan dua pesaingnya. "Saya tidak memiliki beban karena tidak mengeluarkan cost yang tinggi selama Pilur. Saya mendapat dukungan dari 8.771 pemilih. Ini amanah yang diberikan kepada saya," katanya.

Baca juga: Ombudsman Nilai Kebijakan Pemerintah Tak Konsisten saat Pandemi

Disinggung soal kampanye hitam yang sempat menderanya, Semi mengaku tetap akan melanjutkan proses hukum kepada tim lawan yang telah mencemarkan nama baiknya. Alasannya, meskipun somasi dilayangkan namun tim lawan tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kasus tersebut. "Ya akhirnya langkah hukum tetap akan kami lakukan. Kami berharap sebenarnya jalan kekeluargaan," katanya.

Hal senada disampaikan lurah terpilih Kepuharjo, Cangkringan, Heri Suprapto. Heri mengaku usai pelantikan akan segera mempelajari RPJMDesa untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Salah satu program yang akan dilakukan, kata Heri, terkait masalah penanganan bencana non alam Covid-19 dan juga bencana alam erupsi Merapi. "Saya akan langsung bertugas terutama untuk menangani masalah Covid-19 dan Merapi," ujar Heri.

Terpisah, mantan Lurah Sumberharjo Lekta Manuri dengan gagah mengakui kekalahan pada Pilur serentak tahun ini. Ia juga memberikan selamat atas terpilihnya, Kurniawan Widiyanto sebagai lurah baru. Tak lupa, Lekta meminta maaf kepada masyarakat dan pendukungnya selama menjabat sebagai lurah.

"Ya saya belum beruntung. Apa yang dihasilkan di Pilur ini sudah ketetapan Allah, saya akan fokus dengan keluarga. Saya juga mengajak warga Sumberharjo untuk bersama-sama menatap ke depan demi Sumberharjo yang lebih baik," katanya.

Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo berharap lurah yang terpilih segera menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi saat pandemi Covid-19 ini. "Lurah terpilih hampir separuhnya baru. Saya ingatkan jika tugas pokok mereka sebagai garda terdepan untuk penanganan Covid-19, untuk bersama-sama melawan Covid-19 dan mendorong perekonomian di kalurahan,"kata Sri.