Kurang Dokumen Kesehatan, Ratusan Calon Penumpang KA Ditolak Stasiun Jogja

Calon penumpang melakukan tes cepat Antigen di Stasiun Jogja, Gedong Tengen, DIY, Selasa (22/12/2020). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
23 Desember 2020 02:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto, menyatakan jika mulai tanggal 22 Desember 2020 sampai dengan 8 Desember 2020, berdasarkan surat edaran Menteri Perhubungan nomor 23 tahun 2020 persyaratan naik kereta api, khususnya untuk penumpang jarak jauh harus menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang berlaku tiga hari atau hasil negatif swab PCR yang berlaku selama 14 hari.

"Untuk penerapan hari pertama ini, rata-rata mereka (penumpang) banyak yang sudah melakukan rapid test antigen secara mandiri, karena penumpang memang sering menggunakan transportasi kereta maupun pesawat ya," ujar Supriyanto saat dikonfirmasi pada Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Tiga Hari, 24 Orang di Jogja Meninggal Dunia karena Corona

Supriyanto tidak memungkiri jika pada hari pertama penerapan rapid test antigen bagi penumpang KAI di stasiun Yogyakarta, ratusan penumpang ditolak karena tidak menunjukkan dokumen yang sudah disyaratkan sebelumnya, hasil negatif rapid test antigen maupun swab PCR.

"Sekitar 150 sampai dengan 200 penumpang kami kembalikan tiketnya ya. Dikarenakan, penumpang hanya membawa surat bebas influenza dari dokter. Beberapa juga hanya membawa rapid test antibodi. Walaupun, ada juga yang meminta re-schedule," ungkapnya.

Sementara itu, Supriyanto menegaskan jika pihaknya sudah berupaya untuk menerapkan mekanisme bagi penumpang yang akan melakukan rapid test antigen di stasiun Jogja. Tujuannya, adalah mengantisipasi terjadinya kerumunan sehingga berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

Baca juga: Pematokan Tol Jogja-Bawen Dimulai dari Sleman

"Sebenarnya sudah kita atur ya, tapi ya mungkin masyarakat terburu-buru melakukan rapid test antigen jadi ya langsung kita atur flow-nya khusus untuk mekanisme rapid test antigen. Rapid test antigen itu mulai jam 07.00 WIB pagi sampai dengan 20.30 WIB malam bagi penumpang yang sudah punya kode booking. Bikin juga kami tambah jadi lima yang sebelumnya hanya dua," terangnya.

Per harinya, stasiun Jogja menyediakan kuota rapid test antigen sebanyak 500 unit. Walaupun, angka tersebut masih fluktuatif. Artinya, mengikuti kondisi di lapangan jika memang terjadi penambahan penumpang yang ingin melakukan rapid test antigen.

"Kalau penumpang hari ini khusus di stasiun Jogja ada sekitar 500 penumpang yang melakukan rapid test antigen. Tujuannya ada yang ke arah barat maupun ke arah Surabaya maupun Ketapang. Untuk kuota rapid test antigen rencana per hari 500 kuota, tapi jika penumpang bertambah logistik (unit rapid test antigen) juga akan kami tambah," pungkasnya.