UGM Usut Dugaan Kekerasan Seksual, Hak dan Pemulihan Korban Diutamakan
UGM menegaskan penanganan dugaan kekerasan seksual dilakukan transparan dengan mengutamakan keselamatan, hak, keamanan, dan pemulihan korban.
Petugas DLH Kota Jogja mulai mengangkut sampah ke truk pada Rabu (22/12/2020). /Harian Jogja- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA - Dibukanya kembali Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan membuat ribuan ton sampah yang menumpuk di Kota Jogja dapat dibuang. Pembersihan sejumlah titik penumpukan sampah terus dilakukan agar kondisi kembali normal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Sugeng Darmanto menceritakan jika sebelumnya pihaknya pada Selasa (22/12/2020) telah memberangkatkan 30 truk sudah di atas timbangan. Tiga truk DLH Kota Jogja berhasil membuang sampah, namun ketika truk Sleman mau membuang sampah, warga keluar melakukan pemblokiran dan meminta semua truk untuk pergi.
"Kemudian sekitar pukul 16.30 WIB, tim DIY datang ke lokasi dengan didampingi Polsek dan Koramil. Ya cuma tanda tangan di atas materai Rp10.000 sepakat untuk membuka [TPST Piyungan] besok. Intinya sebenarnya mereka ingin ketemu dengan orang-orang dari DIY, kaitannya dengan listriknya, dengan saluran airnya, sebenarnya itu. Setelah ada kesepakatan itu kami pagi-pagi pukul 18.00 sudah 50 truk naik dan sudah buang," terangnya.
Baca juga: 8.750 Kelompok Usaha Terima Bantuan Program Tenaga Kerja Mandiri JPS Covid-19
Disebutkan Sugeng, setalah 50 truk berhasil membuang sampah, truk-truk yang sudah kembali turun segera mengeksekusi sampah terutama di Jl. Hayam Wuruk dan Jl. Solo yang sudah melebar ke bahu-bahu jalan itu. "Jadi manajemennya sudah kita perbaiki untuk pengurangan di lapangan terutama yang sudah melebar ke jalan-jalan," ujarnya.
Sebelumnya Sugeng meminta warga untuk menahan sampah rumahnya dulu. Namun setelah ini sampah-sampah itu akan dikeluarkan warga dan akan meningkatkan volume rata-rata harian sampah karena ditahan berhari-hari. Proses penormalan kembali butuh waktu beberapa hari. "Normalisasi tiga hari bisa yang penting kan kita standby dan punya sirkulasi tenaga yang memadahi, tiga hari bisa," tukasnya.
Baca juga: Sanksi Bagi Warga yang Menolak Divaksin Covid-19 Diserahkan ke Daerah
"Sebenarnya kalau ada alat berat misalnya eskavator yang di tempatkan di depo-depo atau di pinggir jalan kita akan lebih cepat lagi. Masuknya ke truk masih manual, karena kita mau gunakan alat itu kan harus sewa. Kebetulan kalau nyewa agak berat," tutup Sugeng.
Kondisi di sejumlah lokasi pembuangan sampah Kota Jogja memang relatif sudah kondusif. Di titik Mandala Krida misalnya, tidak ada truk berjajar seperti beberapa hari sebelumnya. Salah satu sopir armada pengangkut DLH Kota Jogja, Bibit menuturkan prioritas sampah yang diangkut merupakan sampah rumah tangga yang diangkut melalui gerobak-gerobak ke lokasi pembuangan sampah. Sampah selanjutnya diangkut dengan truk yang lebih besar.
"Nanti kalau sampah warga sudah senggang, baru yang belakang-belakang itu pakai alat berat. Itu kan kalau pakai manusia tenaganya kasihan. Itu berat sekali, itu ada sekitar delapan rit," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM menegaskan penanganan dugaan kekerasan seksual dilakukan transparan dengan mengutamakan keselamatan, hak, keamanan, dan pemulihan korban.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi memperkuat budaya ilmiah dan menghasilkan riset serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Roblox membagikan lima kiat menjaga kesehatan mental dan keamanan anak di ruang digital, mulai dari mengatasi perundungan hingga menjaga privasi.
Menkomdigi Meutya Hafid mengajak orang tua dan guru mendampingi anak membangun kebiasaan digital sehat serta memahami risiko ruang digital.
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di DIY mundur hingga tiga dasarian. Status kekeringan meteorologis berada pada level awas.
Bulog Magelang telah menyalurkan 10.646 ton jagung SPHP atau 92,34% dari pagu untuk membantu 548 peternak ayam.