Objek Wisata Gua Kiskendo Didorong Terus Berkembang

Penampilan dalang muda dalam pementasan wayang memperingati 45 Tahun berdirinya Destinasi Wisata Sejarah Gua Kiskendo di Balai Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Senin (28/12/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
29 Desember 2020 22:12 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak lima dalang muda unjuk gigi dalam pementasan wayang kulit yang digelar Forum Komunikasi Desa Wisata Kulonprogo dan Dinas Pariwisata DIY, Senin (28/12/2020) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan 45 tahun berdirinya Destinasi Wisata Sejarah Gua Kiskendo.

"Lewat kegiatan ini kami berharap Destinasi Wisata Sejarah Gua Kiskendo yang sekarang sudah berusia 45 tahun bisa terus berkembang dan kembali bangkit setelah sempat tutup selama delapan bulan karena pandemi Covid-19," kata Seksi Pemasaran Forkom Desa Wisata Kulonprogo, Kiswantoro, kepada Harian Jogja, Senin malam.

Karena dilaksanakan di tengah pandemi, acara yang digelar di Balai Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Penonton yang datang wajib memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Warga juga bisa melihat pementasan di aplikasi Visiting Jogja. Selama kurang lebih dua jam, lima dalang muda secara bersama-sama mementaskan lakon Bima Bumbu.

Ketua Pengelola Gua Kiskendo, Suisno berterima kasih kepada Dispar DIY dan Forkom Desa Wisata Kulonprogo yang menggelar kegiatan. Dia berharap kegiatan ini bisa memajukan Gua Kiskendo. "Di usia ke-45 tahun ini, kami berharap agar ke depan destinasi ini bisa terus berkembang dan dapat bangkit kembali di masa pandemi Covid-19," ujarnya.

Suisno mengatakan selama pendemi Covid-19 jajarannya menerapkan prokes secara ketat di Gua Kiskendo. Pengunjung yang datang wajib memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan (4M).

Sejak prokes diberlakukan ditambah adanya Program Sambanggo besutan Dispar Kulonprogo, ada kenaikan kunjungan meski belum terlalui siginifikan. Saat akhir pekan atau momen liburan, objek wisata seluas lima hektare ini dikunjungi 150 hingga 250 orang wisatawan per hari. "Demi penerapan prokes, kami juga membatasi jumlah pengunjung," ujar Suisno.

Gua Kiskendo ditemukan pertama kali pada 1820. Pada 1964, gua yang berlokasi di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo ini mulai dibuka untuk umum sebagai tempat wisata minat khusus religi. "Saat itu Gua Kiskendo dikelola secara swadaya oleh warga sekitar," ujarnya.

Pada 1974, Dispar DIY mulai melirik tempat ini untuk dikembangkan menjadi objek wisata andalan di DIY. Sebanyak 17 kapling tanah warga di sekitar gua dibeli untuk pengembangan objek wisata.

Saat ini pengelolaan Gua Kiskendo diserahkan kepada Dinas Pariwisata Kulonprogo. Sejak 2005, Dispar membina warga sekitar sekaligus membentuk Kelompok Sadar Wisata Kiskendo.