Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji. /Ist-Dok Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, DANUREJAN--Pemda DIY memastikan tidak melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam waktu dekat. Banyaknya dampak negatif menjadi alasan tidak diterapkannya PSBB. Sebagai gantinya, pada malam tahun baru, semua objek wisata akan ditutup.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan berdasarkan hasil rapatnya bersama sejumlah pihak terkait, sebagai respon melonjaknya kasus positif dalam seminggu terakhir, Pemda DIY akan membatasi pergerakan manusia pada perayaan tahun baru.
BACA JUGA : Bikin Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru di Jogja
“Banyak masukan supaya ada pembatasan pergerakan orang. hari ini sudah dirapatkan dengan pihak-pihak yang terlibat. Nanti ada pembatasan di objek wisata pada malam tahun baru di kabupaten akan dibatasi [operasional] paling malam jam 18.00 WIB,” ujarnya, Rabu (30/12).
Hal ini dilakukan karena objek wisata dipandang berpotensi menimbulkan kerumunan, terutama pada malam perayaan tahun baru. Hal ini dipertegas dengan Surat Gubernur No. 443/03734 yang ditujukan kepada empat Bupati agar menutup objek wisata dengan melibatkan TNI dan Polri.
Sementara untuk wilayah Kota Jogja, akan diberlakukan mekanisme khusus yang akan diatur oleh Pemkot Jogja. “Kota karena sifatnya kompleks kan diatur sendiri oleh kota. itu sudah jadi kesepakatan pada saat pertemuan di pemda,” kata dia.
BACA JUGA : Semua Objek Wisata di Bantul Tutup saat Malam Tahun Baru
Terkait wacana PSBB yang sempat diusulkan sejumlah pihak termasuk DPRD DIY, ia menuturkan tidak melaksanakannya karena sejumlah faktor, diantaranya konsekuensinya besar dan tidak bisa dilakukan oleh Pemda sendiri melainkan harus atas rekomendasi Kementerian Kesehatan.
“Saya kira kemarin di pertemuan dengan dewan tidak ada arah ke sana [PSBB], tapi pembatasan pergerakan saja. Kami akan libatkan unsur-unsur lain, Tagana, Destana. Desa-desa kan sepertinya sudah digerakkan oleh kabupaten-kota,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
BMKG mencatat gempa susulan Flores M7,7 mencapai 13.863 kali hingga Rabu pagi, dengan magnitudo terbesar 6,2.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
PSG mewaspadai Slovan Bratislava asuhan Yaya Toure. Luis Enrique menilai laga pembuka Liga Champions 2026/2027 tak akan mudah.
Kansar Banten mengecek informasi Pulau Sebesi dalam pencarian jurnalis hilang setelah kapal yang menuju Gunung Anak Krakatau hilang kontak.