Tahun Baru, Tebing Breksi Gelar Pentas Seni Virtual

Salah satu pementasan tari dalam Gelar Seni Pranatan Anyar bertema Lestari Budayaku di Tebing Breksi, Prambanan, Sleman. - Istimewa
31 Desember 2020 06:07 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bersama Pengelola Taman Wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman mengadakan Gelar Seni Pranatan Anyar bertema Lestari Budayaku. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan sajian khusus untuk menghibur masyarakat sebagai bagian dari promosi destinasi wisata Tebing Breksi di masa pandemi Covid-19.

Kholik Widianto selaku pengelola wisata Tebing Breksi menyatakan di masa pandemi Covid-19, khususnya kegiatan akhir tahun pemerintah menginstruksikan kepada seluruh pengelola objek wisata untuk meniadakan acara dengan tujuan untuk menghindari kerumunan. Oleh karena itu, pengelola Tebing Breksi membuat gelar seni secara virtual yang dapat disaksikan masyarakat luas sehingga diharapkan masyarakat atau wisatawan dapat berkunjung ke Tebing Breksi.

Menurut Kholik, tingkat kunjungan wisatawan di 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni hanya 20% dibanding kunjungan di 2019. Saat ini wisata Tebing Breksi membangun amfiteater untuk event regular di sebelah utara tebing. ”Kami adakan gelar seni dengan bentuk virtual dengan harapan minat wisatawan untuk datang ke Tebing Breksi tetap tinggi. Acara bertema Lestari Budayaku ini digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan sesuai aturan Dinas Pariwisata DIY yaitu Pranatan Anyar Plesiran Jogja,” ujar Kholik dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (30/12/2020).

Beberapa pentas seni yang disuguhkan yakni tari Dharma Prabata Siwi, tari Sintren dari Sanggar Tebing Breksi serta musik akustik kaum muda Prosa Karaa yang merupakan kreativitas potensi seni Desa Sambirejo. Gelar seni pranatan anyar juga mengundang kolaborasi musik karawitan yakni group band Nempatlu dari ISI Jogja.

Dinas Pariwisata DIY mendukung kegiatan yang ada di destinasi wisata DIY. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan masyarakat khususnya di industri pariwisata harus dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru.

“Pariwisata sangat terdampak pandemi. Dengan adanya Pranatan Anyar Plesiran Jogja, kami berharap semua wisatawan mematuhi prokes supaya semuanya aman dan pariwisata yang disiplin menerapkan SOP protokol kesehatan dapat menjadi daya tarik pariwisata yang aman dan nyaman. Meskipun jumlah kunjungan terbatas, namun masyarakat dapat menikmati sajian gelaran seni akhir tahun di ruang online Visiting Jogja,” ujar Singgih. Gelar seni pranatan anyar tersebut akan ditayangkan secara virtual di malam pergantian tahun baru, Kamis (31/12) di kanal Youtube Dinas Pariwisata DIY yaitu Visiting Jogja pukul 19.00 WIB.