Lava Pijar Sudah Muncul, Pemdes Glagaharjo Instruksikan Warga Lereng Merapi Mengungsi

Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DIY, Rabu (18/11/2020). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
05 Januari 2021 16:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Merapi, warga Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, mendapatkan paparan langsung oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengenai perkembangan Gunung Merapi yang saat ini telah berstatus siaga level III di aula balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada Selasa (5/12/2021).

Lurah Glagaharjo Suroto mengatakan pihaknya memang menginisiasi terselenggaranya acara yang melibatkan BPPTKG dan masyarakat di wilayah Glagaharjo yang terdampak langsung bahaya Gunung Merapi. Sosialisasi yang dilakukan langsung oleh BPPTKG kepada warga juga dalam rangka menanggapi aktivitas Gunung Merapi yang memang terus mengalami peningkatan.

BACA JUGA: Kampus di Jogja Masih Kuliah Daring, Nasib SMA/SMK Bakal Sama

"Terkait dengan sosialisasi dari BPPTKG, Intinya kita kan pengen kelurahan ini bekerja sama dengan tokoh masyarakat, lembaga terkait, dan juga relawan untuk bersama-sama menyikapi aktivitas Gunung Merapi akhir-akhir ini," ujar Suroto saat diwawancarai di balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pada Selasa (5/1/2021).

Suroto ingin agar warganya, khususnya warga Kalitengah Lor yang saat ini sebagian sudah mengungsi agar menerima informasi yang utuh dan valid dari BPPTKG. Warga diharapkan menerima informasi mengenai aktivitas Gunung Merapi dari sumber yang jelas, pada hal ini adalah dari BPPTKG.

"Warga biar tidak menerima informasi yang hanya sepotong-sepotong. Warga diharapkan mendapatkan informasi dari sumber yang jelas mengenai informasi terkini Gunung Merapi," sambung Suroto.

Lebih lanjut, warga yang menghadiri sosialisasi yang dilakukan oleh BPPTKG di aula balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, dihadiri oleh sebagian warga Kalitengah Lor. Terlebih, sebagian kecil warga Balerante, Kemalang, Klaten juga mengikuti sosialisasi tersebut.

Terkait dengan lava pijar, Suroto tidak menutup mata terhadap fenomena Gunung Merapi tersebut. Lava pijar menjadi acuan bagi pemerintah Desa Glagaharjo untuk meminta agar warga Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, untuk turun mengungsi, utamanya di malam hari.

"Saya lihat perkembangan dari malam memang sudah banyak yang turun, yang tinggal di atas itu anak muda dan warga produktif yang sehat kan gitu. Per tadi malam Senin (4/1/2021) malam yang mengungsi di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, 324, itu sudah tambah banyak, sebelumnya rata-rata itu kan di angka 220 naik turun," ungkap Suroto.

Penambahan angka pengungsi di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, juga tidak lain atas aktivitas guguran di Gunung Merapi yang dirasakan oleh warga. "Ya, karena tiga hari yang lalu sempat ada guguran besar, maka kita ambil keputusan jika aktivitas Gunung Merapi semakin tajam, ya kita arahkan untuk warga untuk turun ke barak pengungsian," pungkasnya.