Harga Kedelai Naik, Bagaimana Nasib Tahu dan Tempe di Kulonprogo?

Rumah produksi tahu dan tempe milik Mamik Sudiyanto di Kapanewon Temon, Kulonprogo, Senin (4/1/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
05 Januari 2021 01:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan kenaikan harga kedelai disebabkan oleh faktor global, di mana harga kedelai di tingkat global juga mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada harga kedelai impor ke Indonesia.

"Untuk Kulonprogo, dari pantauan kami di sejumlah pasar besar, harga kedelai impor sekarang berkisar Rp9.000 sampai dengan Rp9.500 per Kg. Sedangkan kedelai lokal kisaran Rp9.000 sampai Rp10.000 per Kg," ucap Iffah, Senin (4/1/2021).

Kenaikan ini lanjut Iffah menyebabkan para produsen olahan kedelai, seperti tahu dan tempe mengurangi volume produknya. Iffah mengungkapkan dari pantauan di lapangan ukuran tahu dan tempe menyusut. Lebih kecil dari sebelumnya.

Baca juga: Hari Ini Harga Tahu Tempe Naik 20%

Kendati begitu, Iffah memastikan untuk sementara stok tahu dan tempe di pasaran masih aman. Hal itu dibuktikan dengan masih mudahnya masyarakat menjumpai dua produk tersebut di pasar-pasar tradisional di Kulonprogo.

"Sementara ini stok masih aman, nanti kalau sampai terjadi kelangkaan hingga membuat harga kembali naik kami akan koordinasikan dengan Pemda DIY untuk mencari solusinya," ujar Iffah.

Baca juga: Hujan Lebih Awal, Dana Droping Air Gunungkidul Sisa Rp349 Juta

Kenaikan harga kedelai ini dirasakan para penjual tahu dan tempe eceran, salah satunya Ngatiyo. Dia mengungkapkan kenaikan harga telah membuat pelanggannya lari. "Penjualan turun drastis, kira-kira sampai 50 persen," ungkap Ngatiyo saat ditemui di rumah produksi tahu dan tempe milik Mamik Sudiyanto di Kapanewon Temon, Kulonprogo, Senin (4/1/2021).

Dia mengungkapkan banyak konsumennya yang mengeluh karena kenaikan ini. Terlebih ukuran tahu dan tempe yang dijualnya juga mengecil, di sisi lain harga yang dipatok tidak turun. "Bagi konsumen apalagi yang sudah langganan yang paham persoalan ini tentu akan tetap beli, tapi buat konsumen baru sangat susah," ujarnya.