Tiga Guguran Lava Terjadi di Merapi Dalam Sehari

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
10 Januari 2021 19:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gunung Merapi mengeluarkan tiga kali guguran lava pada Minggu (10/1/2020) antara pukul 06.00 WIB-12.00 WIB. Guguran lava ini teramati dengan jarak luncur maksimal 400 meter ke arah kali Krasak. Satu suara guguran terdengar, dengan intensitas keras dari Pos Babadan.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, menjelaskan aktivitas kegempaan Gunung Merapi antara pukul 00.00 WIB-18.00 WIB, tercatat 132 gempa guguran, 26 gempa embusan, 126 gempa fase banyak, 29 gempa vulkanik dangkal dan tiga gempa tektonik jauh.

Sementara pada Sabtu (9/1/2020), teramati satu awan panas guguran dengan jarak luncur 600 meter kea rah kali Krasak, 26 kali guguran lava dan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 800 meter ke arah hulu kali Krasak dan dua kali suara guguran dari Pos Babadan.

“Terjadi satu gempa awan panas guguran, 157 gempa guguran, 181 gempa fase banyak, 59 gempa vulkanik dangkal, satu gempa tektonik dan 39 gempa hembusan. Laju rata-rata deformasi EDM Babadansebesar 10 cm per hari,” ujarnya

Gunung Merapi kata dia, telah memasuki fase erupsi pada 4 Januari lalu yang ditandai aktivitas guguran lava dan awan panas. Meski demikian, sampai saat ini status Gunung Merapi masih Siaga dengan jarak maksimum area bahaya 5 Km.