Honda Terseret Kerugian Rp45,9 Triliun Akibat EV
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Jalur pedestrian di Jalan Malioboro, Kamis (22/10/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Pedagang kaki lima di kawasan utama wisata di Kota Jogja, Malioboro berkomitmen untuk memenuhi aturan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat yang berlangsung dua pekan 11-25 Januari 2021 untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.
“Seluruh komunitas di Malioboro sudah memperoleh sosialisasi dan bisa memahami konteks pelaksanaan PPKM. Pedagang kaki lima pun sadar betul untuk mematuhi aturan yang ditetapkan,” kata Ketua Koperasi Tridharma yang beranggotakan PKL Malioboro Rudiarto di Jogja, Minggu (10/1/2021).
BACA JUGA : DIY Resmi Terapkan PPKM Pengganti PSBB
Menurut dia, pedagang kaki lima yang menjual souvenir akan menutup lapak tepat pada pukul 19.00 WIB sesuai aturan PPKM yang berlaku untuk tempat usaha yang ditetapkan oleh Pemerintah DIY.
“Saya kira, untuk PKL souvenir masih bisa buka seperti biasa. Hanya saja, mereka tutup lebih cepat, yaitu pukul 19.00 WIB,” katanya.
Sedangkan untuk PKL kuliner malam akan mengalami lebih banyak kendala karena tidak akan bisa membuka lapaknya selama dua pekan akibat terkendala aturan.
“Dampak ekonomi untuk PKL kuliner malam yang akan terasa lebih berat. Meskipun untuk PKL souvenir juga pasti terdampak karena wisatawan yang berkunjung pasti berkurang. Apalagi PPKM ini diberlakukan untuk Jawa Bali,” katanya.
BACA JUGA : PPKM Berlaku, Pemda DIY Persilakan Warga Tutup Jalan
Rudiarto menambahkan belum dapat menghitung potensi penurunan omzet yang akan terjadi selama PPKM diberlakukan. “Untuk teman-teman PKL yang masih bisa berjualan, maka diharapkan dapat memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat supaya terhindari dari COVD-19,” katanya.
Ia pun berharap, PPKM hanya diberlakukan selama dua pekan dan tidak diperpanjang untuk menghindari potensi penurunan pendapatan PKL yang sangat terdampak pandemi COVID-19. Tridharma beranggotakan sekitar 920 PKL dan seluruhnya sudah kembali berjualan namun omzet yang diperoleh belum pulih layaknya sebelum pandemi COVID-19.
Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malam Malioboro Desio Hartonowati mengatakan beberapa pedagang kuliner malam sudah memilih untuk tidak berjualan selama PPKM.
“Saya pribadi dan separuh lebih anggota paguyuban memutuskan tidak berjualan dulu. Kami baru buka pukul 18.00 WIB sehingga sangat tidak mungkin jika harus tutup lagi pukul 19.00 WIB,” katanya.
BACA JUGA : Pertokoan Hanya Buka Sampai Pukul 19.00, Ini Imbauan
Oleh karenanya, ia berharap PPKM hanya berlangsung 11-25 Januari 2021 dan tidak lagi diperpanjang. “Beralih ke penjualan daring juga sulit karena konsumen utama kami adalah wisatawan. Mereka tidak hanya menikmati kuliner tetapi juga suasana di Malioboro,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.