Cowok Gondrong Korban Remas Payudara di Ngaglik Buka Suara, Ini Kronologinya

Ilustrasi - Pixabay
13 Januari 2021 18:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Aksi begal payudara kembali terjadi di wilayah kabupaten Sleman pada Rabu (13/1/2021) WIB dini hari. Kali ini, korbannya bahkan seorang laki-laki bernama Banu, 30, warga Sleman. Kebetulan, Banu memiliki rambut gondrong yang menyerupai seorang perempuan.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (13/1/2021), Banu mengatakan jika kejadian tak lazim yang dialaminya tersebut terjadi saat dirinya hendak menuju rumah setelah bekerja di kantor sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.

Sesampainya di Jalan Banteng Raya, Ngaglik, Sleman, ia memang tidak menggeber motornya dengan kecepatan tinggi. Pasalnya, jalan berlubang dan bergelombang. Sehingga, ia hanya memacu kendaraannya secara perlahan.

"Tiba-tiba ada motor deketin, terus meremas dada saya. Saya sempat syok ya, pertama yang kupikir ini siapa, kupikir temenku," ujar Banu pada Rabu (13/1/2021).

BACA JUGA: Begini Cara Mengecek Penerima Vaksin Sinovac Covid-19 di Pedulilindungi.id

Banu sempat melihat ciri-ciri motor yang melakukan tindakan tidak lazim tersebut. Ia sempat mengira kalau yang meremas dadanya tersebut adalah temannya. Pelaku sendiri menggunakan motor Honda Supra X 125.

"Nah, teman saya yang menggunakan motor tersebut hanya ada satu orang. Kebetulan postur tubuh teman tidak setinggi dia [pelaku]. Enggak mungkin ini kalau bercandaan, karena saya juga tidak dekat dengan teman saya itu," imbuhnya.

Banu sempat melontarkan pernyataan keras kepada si pelaku yang bertindak tidak lazim kepada dirinya sesaat setelah pelaku mendahuluinya. "Terus tak teriakin dengan kata-kata kasar, we aku ki lanang, gobl***," sambung Banu.

Setelah Banu berteriak, pelaku sempat berhenti guna melihat respons Banu pasca aksi tidak lazim dilakukan olehnya. "Jadi sambil ngelihatin saya, nah saya sempat mengejar pelaku, tapi dia malah kabur, tak teriakin kan sebelumnya, warga juga sempat keluar," terangnya.

Kondisi pada waktu itu memang sedang hujan, Banu yang mengendarai motor matik mengakui jika rambutnya panjang. Helm yang digunakan olehnya juga warna kuning. Banu menduga jika ia dikira seorang perempuan karena memiliki rambut yang panjang dan tidak tertutupi oleh jas hujan yang dikenakannya pada waktu itu.

"Nah dipikir oleh pelaku mungkin saya ini adalah seorang perempuan ya, kondisi jalan kan juga sedang basah, ditambah motor yang saya pakai ini kan motor pinjaman, kebetulan saya sendiri, pelaku juga sendirian," ungkapnya.

Banu sempat mengecek CCTV yang ada di sekitar tempat kejadian perkara. Akan tetapi, CCTV diketahui tidak mengarah ke Jalan Banteng Raya. Dirinya juga tidak berniat untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi. "Jadi ya podo wae, tidak melapor ke polisi karena tidak ada bukti" imbuhnya.

Banu mengaku jika pasca kejadian tidak lazim yang dialaminya tersebut membuat dirinya mewanti-wanti potensi korban selanjutnya dari pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut.

"Hal ini bisa menimpa siapa saja ya pelecehan seksual ini, gak cowok gak cewek, harapannya semua orang lebih waspada. Bukan berarti kalau korbannya itu laki-t kemudian dibuat bercanda ya, mungkin kondisi saya stabil, tapi kalau orang lain kan gak tahu, itu aja sih tujuan saya mengetwit kejadian itu," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Budi Karyanto mengatakan jika kejadian yang menimpa Banu memang anomali jika dibandingkan dengan kasus serupa yang biasanya menyasar perempuan.

"Ini agak aneh ya, padahal kita hampir kita tiap malam keluar (patroli), masyarakat waspada saat berkendara di malam hari, kita sudah ungkap kasus semacam ini ya, kebetulan muncul lagi," ujarnya.