Perolehan Dana Tinggi, Transfusi Darah Menurun

Ilustrasi Palang Merah Indonesia - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
14 Januari 2021 09:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) 2020 resmi ditutup. Penutupan ini sekaligus membuka Bulan Dana PMI tahun 2021.

Wakil Wali Kota Jogja yang juga merupakan Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2020 dan 2021 Heroe Poerwadi menyebutkan jika hasil pengumpulan Bulan Dana PMI 2020 mencapai Rp500 juta lebih. Dia berharap Bulan Dana PMI 2021 bisa mengumpulkan dana yang lebih baik dari tahun sebelumnya. "Ini bagian penting karena di masa pandemi kita bisa saling peduli dan menopang tugas kemanusiaan PMI agar tidak terhalang," terang Heroe Selasa (12/1/2021) di Ruang Bima, Balaikota Jogja.

BACA JUGA : Informasi Stok Darah PMI di DIY Rabu, 13 Januari 2021

Heroe menerangkan jika 10 persen dari hasil pengumpulan Bulan Dana PMI 2020 akan disumbangkan untuk PMI DIY sebagai sumbangan wajib bulan dana. Sedangkan sisanya 90 persen akan diperuntukkan kegiatan operasional yang berkitan tugas-tugas kemanusiaan PMI. Adapun 90 persen dana terkumpul akan dialokasikan untuk pelayanan bantuan pertama, pelayanan pertolongan pertama, pelayanan ambulans gawat darurat, pengerahan donor darah, penyelenggaran pendidikan, latihan dan pembinaan generasi muda seperti PMR, pembinaan dan pelestarian donor darah sukarela tetap.

Bulan Dana PMI merupakan waktu permintaan sumbangan sukarela dari masyarakat untuk membiayai tugas operasional PMI Kota Jogja melalui kupon untuk berbagai kelompok masyarakat. Bagi kelompok masyarakat umum adapun nilai sumbangan sukarela sebesar Rp2000- Rp3000. Sementara untuk kelompok PNS mulai dari Rp3000 hingga Rp10.000 dan perpanjangan SIM Rp5000.

BACA JUGA : Informasi Stok Darah PMI di DIY Senin 28 Desember 2020

"Harapan kami perolehan Bulan Dana PMI yang rencananya akan dilaksanakan selama satu tahun akan mendapat respon dan bantuan lebih banyak untuk mendanai operasional PMI," katanya.

Sekretaris PMI Kota Jogja, Lilik Kurniawan beranggapan bila capaian Bulan Dana PMI 2020 merupakan prestasi luar biasa. Pasalnya dalam pengumpulan Bulan Dana PMI jarang mencapai angka hingga Rp500 juta lebih. "Penutupan dan pembukaan Bulan Dana PMI disatukan sehingga lebih banyak waktu untuk mengumpulkan dana. Karena di masa pandemi mengumpulkan dana agak susah," tambah Lilik.

Selama pandemi Covid-19 PMI Kota Jogja memerlukan dana yang lebih banyak untuk berbagai kegiatan, salah satunya untuk penyemprotan disinfektan. Biaya disinfektan mencapai sekitar Rp300.000-Rp400.000 untuk satu lokasi. Namun biaya operasional terbanyak untuk transfusi darah.

Menurut catatannya, transfusi darah pada 2020 terbilang rendah, dari biasanya 4000 turun menjadi 1500 saat awal pandemi. Padahal Lilik menjelaskan jika butuhan darah sekitar 4000 kantong. Oleh karena itu pihaknya meminta bantuan semua pihak untuk melakukan transfusi darah guna meningkatkan persedian darah yang ada.