Kasus Kematian Naura di RSUD Prambanan Berakhir Damai
Kasus kematian Naura di RSUD Prambanan disepakati selesai secara damai. Keluarga menerima penjelasan medis dan akan mencabut laporan ke Polda DIY.
Ilustrasi Palang Merah Indonesia/Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) 2020 resmi ditutup. Penutupan ini sekaligus membuka Bulan Dana PMI tahun 2021.
Wakil Wali Kota Jogja yang juga merupakan Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2020 dan 2021 Heroe Poerwadi menyebutkan jika hasil pengumpulan Bulan Dana PMI 2020 mencapai Rp500 juta lebih. Dia berharap Bulan Dana PMI 2021 bisa mengumpulkan dana yang lebih baik dari tahun sebelumnya. "Ini bagian penting karena di masa pandemi kita bisa saling peduli dan menopang tugas kemanusiaan PMI agar tidak terhalang," terang Heroe Selasa (12/1/2021) di Ruang Bima, Balaikota Jogja.
BACA JUGA : Informasi Stok Darah PMI di DIY Rabu, 13 Januari 2021
Heroe menerangkan jika 10 persen dari hasil pengumpulan Bulan Dana PMI 2020 akan disumbangkan untuk PMI DIY sebagai sumbangan wajib bulan dana. Sedangkan sisanya 90 persen akan diperuntukkan kegiatan operasional yang berkitan tugas-tugas kemanusiaan PMI. Adapun 90 persen dana terkumpul akan dialokasikan untuk pelayanan bantuan pertama, pelayanan pertolongan pertama, pelayanan ambulans gawat darurat, pengerahan donor darah, penyelenggaran pendidikan, latihan dan pembinaan generasi muda seperti PMR, pembinaan dan pelestarian donor darah sukarela tetap.
Bulan Dana PMI merupakan waktu permintaan sumbangan sukarela dari masyarakat untuk membiayai tugas operasional PMI Kota Jogja melalui kupon untuk berbagai kelompok masyarakat. Bagi kelompok masyarakat umum adapun nilai sumbangan sukarela sebesar Rp2000- Rp3000. Sementara untuk kelompok PNS mulai dari Rp3000 hingga Rp10.000 dan perpanjangan SIM Rp5000.
BACA JUGA : Informasi Stok Darah PMI di DIY Senin 28 Desember 2020
"Harapan kami perolehan Bulan Dana PMI yang rencananya akan dilaksanakan selama satu tahun akan mendapat respon dan bantuan lebih banyak untuk mendanai operasional PMI," katanya.
Sekretaris PMI Kota Jogja, Lilik Kurniawan beranggapan bila capaian Bulan Dana PMI 2020 merupakan prestasi luar biasa. Pasalnya dalam pengumpulan Bulan Dana PMI jarang mencapai angka hingga Rp500 juta lebih. "Penutupan dan pembukaan Bulan Dana PMI disatukan sehingga lebih banyak waktu untuk mengumpulkan dana. Karena di masa pandemi mengumpulkan dana agak susah," tambah Lilik.
Selama pandemi Covid-19 PMI Kota Jogja memerlukan dana yang lebih banyak untuk berbagai kegiatan, salah satunya untuk penyemprotan disinfektan. Biaya disinfektan mencapai sekitar Rp300.000-Rp400.000 untuk satu lokasi. Namun biaya operasional terbanyak untuk transfusi darah.
Menurut catatannya, transfusi darah pada 2020 terbilang rendah, dari biasanya 4000 turun menjadi 1500 saat awal pandemi. Padahal Lilik menjelaskan jika butuhan darah sekitar 4000 kantong. Oleh karena itu pihaknya meminta bantuan semua pihak untuk melakukan transfusi darah guna meningkatkan persedian darah yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kematian Naura di RSUD Prambanan disepakati selesai secara damai. Keluarga menerima penjelasan medis dan akan mencabut laporan ke Polda DIY.
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup pelintasan tak terjaga di Petak Sentolo-Rewulu. Total 10 perlintasan liar telah ditutup sepanjang 2026.
IHSG diperkirakan menguat didorong rilis PDB kuartal II/2026. Simak rekomendasi saham TINS, BRMS, MEDC, dan TMPO dari BRI Danareksa.
KPK menyebut dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU PT Pertamina 2018–2023 menyebabkan kerugian negara Rp322,18 miliar berdasarkan audit BPK.
BMKG memprakirakan cuaca DIY cerah pada Rabu 5 Agustus 2026. Simak prakiraan suhu dan kelembapan di Kota Jogja hingga Gunungkidul.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.