Perjuangan Petugas Angkat Peti Menyeberang Sungai Saat Pemakaman Prosedur Covid-19 di Kalibawang

Petugas mengangkat peti jenazah menyeberangi sungai saat pemakaman prosedur Covid-19 di Dusun Pantog Kulon, Desa Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo. - Ist/tangkapan layar twitter @TRCBPBDDIY
14 Januari 2021 12:27 WIB Nina Atmasari Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Perjuangan berat dilakukan petugas saat memakamkan jenazah dengan prosedur Covid-19 di Dusun Pantog Kulon, Desa Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo. Petugas harus membawa jenazah menyeberang sungai guna menghemat jarak tempuh.

Pemakaman itu berlangsung pada Rabu (13/1/2021) siang pukul 13.00 WIB. Pemakaman dilakukan oleh Satgas Penanggulangan Covid-19 Kalurahan Banjaroyo didampingi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo dan TRC BPBD DIY.

Mereka memakamkan jenazah dengan prosedur Covid-19, sehingga petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap berupa baju hazmat lengkap dengan penutup kaki, kaus tangan, masker dan faceshields.

Baca juga: Lurah Positif, Kantor Kalurahan Timbulharjo Ditutup Dua Hari

Upaya pemakaman itu tidak mudah. Petugas membawa jenazah yang berada di dalam peti jenazah tersebut menyeberangi sungai. Sebanyak 10 orang berpakaian APD mengangkat peti jenazah tersebut menyeberangi sungai.

Jalur menuju sungai tersebut juga tidak bisa disebut mudah. Petugas harus melewati kawasan kebun yang terjal dan medan yang tidak rata. Jalan yang dilalui berupa jalan setapak yang sempit.

Bahkan, di sela perjalanan, petugas harus berhenti untuk beristirahat. Mereka hanya bisa duduk di rerumputan.

Informasi dari akun twitter @TRCBPBDDIY meyebutkan bahwa menyeberangi sungai itu merupakan jarak yang paling dekat, sebab jika melewati jalur lain harus memutar kurang lebih 3 kilometer.

Baca juga: Raffi Ahmad Kumpul-Kumpul usai Vaksin Bareng Jokowi, Lapor Covid: Blunder!

Informasi pemakaman yang diunggah oleh akun twitter tersebut mendapatkan respon dari warganet. Akun @mutajir_mohamat mengatakan upaya petugas tersebut terlalu memaksakan diri.

"Terlalu memaksakan ini, memakan banyak tenaga kesehatan dan buang2 waktu...
Lebih baik dimakamkan dilokasi terdekat...
Terlepas dari layak atau tidaknya tetap memperhatikan tenaga dan waktu yg tersedia...," katanya.

Komentar tersebut ditanggapi oleh akun @TRCBPBDDIY. Mereka mengungkapkan bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya terbaik.

"Berjalan kaki membawa peti jenazah +full APD sejauh 3km juga tidak disarankan, petugas pemakaman adalah relawan setempat dengan pendampingan TRC @BPBDKulonProgo
tentu mempertimbangkan safety dan kenal lingkungan. Semoga infrastruktur bisa lebih merata, demi kemanusiaan. ," tulisnya.