Merapi Luncurkan Awan Panas Hingga Satu Kilo Meter

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
18 Januari 2021 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas pad Senin (18/1/2021) pukul 05.43 WIB. Awan panas ini tercatat seismogram dengan amplitude 22 mm dan durasi 112 detik. Jarak luncur awan panas sejauh hingga satu kilometer ke arah barat daya dengan tinggi kolom 50 meter.

Keppala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan berdasarkan pengamatan pada pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, selain awan panas juga terjadi enam kali guguran lava pijar. Dengan jarak luncur 600 meter ke arah barat daya,” ujarnya, Senin (18/1/2021).

Pada aktivitas kegempaan, dalam periode pengamatan pukul 00 WIB-18.00 WIB, tercatat terjadi satu gempa awan panas guguran, 70 gempa guguran, tujuh gempa hembusan, enam gempa fase banyak dan dua gempa vulkanik dangkal.

Sedangkan dalam pengamatan Minggu (17/1/2021), selama 24 jam total tercatat 42 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,5 Km ke arah barat daya. “Tercatat terjadi 116 gempa guguran, 25 gempa fase banyak, satu gempa vulkanik dangkal, satu gempa tektonik dan dua gempa hembusan,” ujarnya.

Dalam tiga hari, laju rata-rata deformasi EDM babadan sebesar 2 cm per hari. Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima km.

Sedangkan lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau 3 km dari puncak. Dengan aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga.