Toko Modern Lebih Disiplin Aturan Pembatasan Ketimbang Warung Pinggir Jalan

Ilustrasi toko modern. - JIBI
19 Januari 2021 23:27 WIB Hey Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Satuan Polisi Pamong Praja [Satpol PP] DIY menilai toko modern lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sementara di warung-warung pinggir jalan masih terjadi pelanggaran batas jam operasional.

Dalam operasi penegakan Instruksi Gubernur DIY (Ingub) Nomor 1 Tahun 2021 pada Senin (18/1/2021) di wilayah sekitar Kapanewon Pleret, Bantul, Satpol PP DIY mencatat ada empat usaha kuliner yang masih melayani pengunjung di atas batas jam operasional.

“Sanksi yang kami berikan kepada mereka adalah peringatan. Kami belum akan melakukan penutupan selama 3 x 24 jam,” ujar Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY, Nur Hidayat kepada Harianjogja.com, Selasa (19/1/2021).

Menurut Nur, sampai hari ini belum ada warung yang ditutup karena melanggar Ingub. Pasalnya, sejak peringatan diberikan, warung-warung itu biasanya mereka langsung melakukan penyesuaian pada hari berikutnya. Tempat makan di Bantul hanya boleh beroperasi sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas tempat duduk maksimal 25%.

Kondisi itu sedikit berbeda dengan toko-toko modern yang menurut Nur, lebih patuh terhadap aturan. “Saya lihat toko modern sudah pada tutup saat warung-warung pinggir jalan masih buka,” katanya.

Ia meminta kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha untuk ikut membangun situasi kondusif dalam berdagang maupun berwiraswasta. Tujuannya, tidak lain untuk menekan Pandemi Covid - 19 agar tidak kian menyebar dan memperburuk keadaan.

“Situasi seperti ini lebih baik kurangi mobilitas yang tidak perlu dan harus disiplin dengan protokol kesehatan,” katanya.