PMI Kota Jogja Lakukan Donor Plasma Pertama

Aldi Yurianto, 24, menunjukkan plasma darah yang ia donorkan di Unit Transfusi Darah, PMI Kota Yogyakarta, Selasa (19/01/2021). Warga Kawarngmojo, Gunungkidul ini menjadi penyitas Covid-19 pertama yang lolos persyaratan menjadi pendonordi PMI Yogyakarta. Plasma konvalesen dapat membantu penyembuhan penderita Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan. Plasma konvalesen dapat membantu penyembuhan penderita Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan. - Harian Jogja/Desi Suryanto
20 Januari 2021 08:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Setelah sekian lama, akhirnya untuk pertama kalinya Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jogja memperoleh pendonor plasma pertamanya. Dari sejumlah calon pendonor plasma, tak semuanya berhasil lolos kriteria.

Manager Kualitas UTD PMI Kota Jogja, Naila Amalia menjelaskan jika semenjak dibuka pendaftaran pendonor plasma, tak banyak calon pendonor yang mendaftar. Tercatat hanya belasan orang saja yang telah menghubungi PMI Kota Jogja. Padahal dari jumlah tersebut pun masih diseleksi lagi sesuai kriteria syarat dan ketentuan medis.

"Untuk yang kemarin ada 12 [calon pendonor] yang mendaftar, kemudian yang lolos titer itu enam, jadi setengahnya. Tapi yang satu belum memenuhi syarat karena Hemoglobinnya terlalu tinggi," jelasnya pada Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Ada 10.365 Kasus Baru, Penambahan Pasien Positif Covid-19 di Tanah Air Naik Lagi

Sebenarnya beberapa calon pendonor juga tercatat mendaftar pada Selasa (19/1/2021). Disebutkan Naila, dari tiga calon pendonor tanbahan yang mendaftar, ketiganya titernya belum memenuhi kriteria. "Sama halnya dengan enam calon pendonor kemarin itu juga ada masalahnya di titer. Jadi mereka penyintas tapi titernya tidak mencukupi. Kemungkinan antibodinya yang kurang," terangnya.

Ketidakcukupan titer dijelaskan Naila juga dapat dipengaruhi oleh waktu penyintas sakit. Naila menyontohkan, jika penyintas sakitnya sudah lama juga bisa mempengaruhi titer. "Atau dia sakitnya sudah agak lama, jadi lebih dari tiga bulan. Karena kadar iGg pada penyintas ini biasanya setelah tiga bulan sudah turun, sehingga kalau kita cek titer sudah jadi non-reaktif," paparnya.

Sedikitnya jumlah calon pendonor yang mendaftar dan lolos kriteria berbanding terbalik dengan kebutuhan donor plasma. Dijelaskan Naila sejak diumumkan Desember, sehari calon penerima yang membutuhkan donor plasma terus berdatangan. "Setiap hari ada permintaan yang masuk, kalau penerima sehari paling tidak ada tiga permintaan lebih itu dari Desember," tuturnya.

Baca juga: Tol Jogja-Bawen Resmi Dipatok, Ini Kata Sultan

Padahal satu orang pendonor plasma dengan berat badan 55 kilogram hanya dapat mendonorkan plasma sebanyak 400 cc. Selanjutnya Naila menjelaskan hasil donor plasma dibagi ke dalam dua kantong masing-masing 200 cc sesuai dosis yang nanti bakal diberikan ke penerima yakni 2x200 ml. 

Orang pertama yang mendonorkan plasma darah pertama di PMI Kota Jogja ialah Aldi Yurianto. Meski sering melakukan donor darah, pemuda 24 tahun asal Karangmojo, Gunungkidul itu mengaku takut dan gugup saat hendak jalani plasma. "Yang pertama takut dulu, karena bayangan kita darahnya diambil kemudian nanti dikembalikan lagi. Bayangan saya sudah lama, jarumnya terus juga yang besar," ujarnya.

Ternyata saat menjalaninya, ketakutan Aldi keliru. Menurut Aldi rasanya seperti donor darah biasa, ketika jarum disuntik sudah tidak merasakan sakit apapun.

Membantu Sesama

Aldi dengan gamblang menjawab jika alasannya mau menjadi pendonor plasma meski takut tak lain tak bukan karena ingin membantu sesama. "Untuk membantu sesama, kami sesama penyintas Covid-19 saling bantu-membantu. Perasaan dalam hati senang, mudah-mudahan bisa membantu teman-teman di rumah sakit yang sedang berhadapan dengan Covid-19," tuturnya.

Diharapkan Aldi, lebih banyak lagi penyintas yang mau melakukan donor plasma. Aldi sendiri harus menempuk jarak kurang lebih 42 kilometer pergi dan pulang dari rumahnya ke PMI Kota Jogja. Ditemani sang adik, setelah donor selesai Aldi pun harus menerjang hujan untuk balik kembali ke rumah. Semua dilakukan Aldi atas nama kemanusiaan dan membantu sesama.

"Untuk para penyintas Covid-19 mari kita sama-sama berjuang bersama, membantu rekan-rekan kita dengan cara donor plasma," pungkasnya.