Uji Coba KRL Jogja–Solo Dilakukan Terbatas, Tarifnya Cuma Rp1

Ilustrasi KRL. Rangkaian kereta rel listrik (KRL) melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
20 Januari 2021 12:27 WIB Anitana Widya Puspa Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -KA Commuter menjadwalkan uji coba terbatas operasional KRL Jogja–Solo mulai Rabu (20/1/2021) hari ini hingga 31 Januari 2021 mendatang dengan instansi pemerintahan dan stakeholder terkait.

Direktur Utama KCI Wiwiek Widayanti melanjutkan setelah itu, sebagai bagian dari sosialisasi masyarakat umum juga bisa naik dan menguji coba KRL Jogja–Solo dengan tarif cukup Rp1 saja.

BACA JUGA : KRL Jogja–Solo Sedot Anggaran Rp1,2 Triliun, Beroperasi Tahun Ini

"Mulai 1 Februari masyarakat dapat mengikuti uji coba, tarifnya Rp 1, yang pasti harus memiliki tiket seperti yang tadi disebutkan seperti KMT [Kartu Multi Trip], kartu-kartu bank, dan Commuterpay," ujar Wiwik dalam siaran video, Rabu (20/1/2021).

Wiwik menjelaskan hal ini dilakukan agar pengguna dapat mengetahui layanan KRL karena tentunya berbeda dengan kereta rel diesel (KRD), baik dari sisi komersial, pelayanan dan operasional KRL tersebut.

KRL Jogja – Solo ketika beroperasi komersial akan melayani sebanyak 20 perjalanan per hari dengan waktu tempuh 58 menit. Layanan KRL ini juga akan menyinggahi sebanyak 11 stasiun, dari yang awalnya hanya tujuh stasiun yaitu Jogja, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solo Balapan.

BACA JUGA : Uji Coba Kereta Listrik Jogja-Solo Dimulai Bulan Depan

"Beberapa stasiun kita buka kembali dari selama ini tidak ada angkutan penumpang dengan adanya KRL ini akan dibuka kembali," tekannya.

Hingga kini pembangunan jalur elektrifikasi (KRL) Jogja–Solo sepanjang 60 km telah mencapai 91 persen dan diprediksikan mulai diresmikan. Pembangunan jalur elektrifikasi ini menelan anggaran hingga Rp1,2 triliun dengan kontrak tahun jamak sejak 2019 lalu.

Ruang lingkup pekerjaannya mencakup tiga hal yakni pekerjaan substation yakni pengadaan peralatan dan Scada, pengadaan bangunan sipil gardu, serta pekerjaan instalasi. Kemudian pekerjaan LAA yakni material peralatan, instalasi, serta uji coba KRL.

BACA JUGA : Gantikan KA Prameks, Kereta Listrik Jogja-Solo Perluas Layanan hingga 11 Stasiun

Selanjutnya pekerjaan terakhir adalah modifikasi sinyal elektrik Jogja–Lempuyangan dan penggantian persinyalan elektrik di Stasiun Solo Balapan. Elektrifikasi dilakukan sepanjang 60 km jalur Jogja–Solo.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia