Epidemiolog UGM Sebut Penularan Corona di Jogja Sudah Meluas

Ilustrasi. - Freepik
26 Januari 2021 19:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Epidemiolog UGM, Riris Andono Ahmad, mengatakan Covid-19 di DIY saat ini sedang meningkat tajam bila dilihat di kurva epidemik. Penularan Covid-19 sudah meluas.

“Kenapa meningkat tajam? Karena penularannya memang sudah meluas,” katanya, Selasa (26/1/2021).

Dalam posisi saat ini, menurutnya kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) sebenarnya masih bisa mengerem penularan asalkan implementasi dan penegakan hukumnya kuat.

Jika PTKM dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, maka mobilitas penduduk akan terkurangi sehingga sekalipun terjadi penularan di dalam anggota keluarga, penularan selesai di rumah.

“PTKM kan tujuannya mengurangi mobilitas orang. Problemnya seberapa banyak mobilitas orang bisa dikurangi. Itu yang akan menentukan efektif tidaknya PTKM. Kunci untuk bisa efektif implementasi PTKM ya pada penegakan aturannya,” kata dia.

BACA JUGA: Kasus Covid Tembus 1 Juta, Menkes: Saatnya Berduka & Kerja Lebih Keras

Sebelumnya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 325 penambahan kasus positif pada Selasa (26/1/2021). Sleman dan Kulonprogo mendominasi penambahan kasus. Sementara 311 kasus dinyatakan sembuh dan enam kasus dilaporkan sembuh.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Pemda DIY, Berty Murtiningsih, menuturkan penambahan kasus berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 53 kasus, Bantul 41 kasus, Kulonprogo 108 kasus, Gunungkidul sembilan kasus dan Sleman 114 kasus.

Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 113 kasus, periksa mandiri 154 kasus, skrining karyawan kesehatan tiga kasus dan belum ada keterangan 55 kasus. “Berdasarkan pemeriksaan pada 1.170 sampel dari 1.126 orang,” ujarnya.

Enam kasus dilaporkan meninggal yakni Kasus 11.869, Laki laki, 66 tahun, Sleman; Kasus 13.427, Laki laki, 60 tahun, Bantul; Kasus 15.047, Perempuan, 17 tahun, Bantul; Kasus 15.766, Perempuan, 78 tahun, Kota Jogja; Kasus 18.960, Laki laki, 56 tahun, Bantul; Kasus 19.195, Perempuan, 81 tahun, Gunungkidul.