Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Vaksinasi Covid-19 perdana di Gunungkidul akan dilaksanakan Kamis (28/1/2021) lusa. Tidak ada nama Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul dalam daftar penerima vaksin.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis, mengatakan, vaksinasi perdana akan dilakukan di RSUD Wonosari. Sejumlah tokoh dan publik figur sudah masuk daftar untuk menjadi penerima vaksin yang pertama.
BACA JUGA: Berkunjung ke Gunungkidul, Wisatawan Tak Perlu Lagi Bawa Hasil Rapid Test
Dari sejumlah tokoh yang akan divaksin tidak ada nama Bupati Gunungkidul Badingah atau Wakil Bupati Immawan Wahyudi. Azis mengatakan keduanya tidak ikut divaksin karena usia sudah di atas 60 tahun. Sementara, uji klinis vaksin Sinovac hanya untuk usia 18-59 tahun. “Jadi Ibu Bupati dan Pak Wakil tidak ikut divaksin,” ungkapnya.
Adapun sepuluh tokoh yang akan ikut vaksin perdana, yakni Sekretaris Daerah Drajad Ruswandono; Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih; Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiyawan; Dandim 0730/GK Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto. Selain itu, ada juga Kepala Dinas Kesehatan Dewi Irawaty; Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati, Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Arif Gunadi; Kepala Puskesmas Usman; Pendeta Dwi Wahyu Praetyo, dan Panewu Playen Muhammad Setyawan Indriyanto.
“Masih ada lagi 13 orang yang berasal dari ketua organisasi kesehatan di Gunungkidul seperti Ikatan Dokter Indonesia; Ikatan Bidan Indonesia dan lainnya,” katanya.
BACA JUGA: Kamis Lusa, Vaksinasi Covid-19 di Bantul Dimulai
Azis mengatakan Gunungkidul sudah menerima 5.544 dosis vaksin Sinovac dari Dinas Kesehatan DIY, Senin (25/1/2021). Pada Selasa pagi, vaksin ini juga mulai didistribusikan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya dengan pengawalan dari TNI-Polri.
Meski demikian, pada tahap awal, vaksin baru disalurkan ke lima faskes meliputi RSUD Wonosari; Puskesmas 2 Wonosari; Rumah Sakit Panti Rahayu, Puskesmas 1 Ponjong dan Puskesmas Karangmojo 1. “Rencananya seluruh vaksin akan didistribusikan ke 30 puskesmas, dua klinik kesehatan dan tujuh rumah sakit. Tetapi, pendistriusian awal baru lima tempat, sedangkan untuk yang lain masih menunggu jadwal dan kesiapan di masing-masing lokasi,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan sudah menyiapkan 80 petugas untuk vaksinasi. Para petugas ini juga sudah melalui pelatihan untuk penyuntikan vaksin Corona. “Jadi tidak ada masalah,” katanya.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati, siap menyukseskan program pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona. “Bismillah, mengikuti program pemerintah. Ikhtiar untuk melindungi diri dari Covid-19. Vaksinnya aman, amin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.