Sebulan Terakhir, Jumlah Kematian karena Covid-19 di Bantul Melonjak Drastis

Ilustrasi - Antara
02 Februari 2021 17:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah kematian karena Covid-19 di Bantul meningkat drastis sebulan terakhir.

Peningkatan ini diindikasikan terjadi seiring dengan peningkatan pasien Covid-19 yang bergejala baik ringan, sedang, dan berat.

Data di Satgas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Bantul menunjukkan penambahan 83 kematian selama Januari 2021 atau total 173 kematian hingga  1 Februari 2021.

BACA JUGA: Petani Ditemukan Tewas di Persawahan, Diduga Tersengat Aliran Listrik

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budiraharja mengakui ada peningkatan jumlah kematian cukup  banyak pada Januari 2021. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan faktor apa yang menyebabkan adanya peningkatan kematian.

“Kami memang belum analisis. Yang harus dipahami saat ini tren kasus terus meningkat. Seperti yang selalu saya bilang, jika akhir-akhir ini banyak yang bergejala, bahkan sedang dan berat,” kata Agus, Selasa (2/2/2021).

Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Agus menilai, jumlah kematian relatif rendah, karena orang yang terindikasi Covid-19 lebih banyak tidak bergejala.

BACA JUGA: Pelanggaran Operasional Tempat Usaha Masih Mendominasi saat PTKM Tahap Kedua

Dinkes saat ini berupaya agar angka kematian bisa ditekan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan perawatan kepada pasien.

“Untuk itu kami tambah jumlah rumah sakit rujukan. Tidak hanya RSUD Bantul tapi juga RS PKU Muhammadiyah Bantul yang menambah jumlah bed sampai 54 serta RSPAU Harjolukito,” kata Agus.

Agus juga memastikan telah mengimbau ke rumah sakit nonrujukan untuk menyediakan ruang isolasi Covid-19. Di samping itu, ada pembenahan yang dilakukan terhadap RSLKC Bambanglipuro terkait penanganan terhadap pasien Covid-19.

“Kami juga waspadai jika ada risiko perburukan dari pasien. Sehingga kami pantau terus kondisinya,” ucap Agus.