Petani Ditemukan Tewas di Persawahan, Diduga Tersengat Aliran Listrik

Proses evakuasi jasad Pawiro Wiyono, yang ditemukan tewas di area persawahan Dusun Pereng, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulonprogo, Senin (1/2/2021). - Ist.
02 Februari 2021 10:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Seorang petani ditemukan tak bernyawa di area persawahan Dusun Pereng, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulonprogo, Senin (1/2/2021) sore. Diduga petani bernama Pawiro Wiyono, 80, warga setempat itu tewas akibat tersengat aliran listrik dari kabel yang menjuntai di lokasi penemuan.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffri mengatakan penemuan jasad Pawiro pertama kali diketahui sekitar pukul 16.15 WIB. Bermula dari kecurigaan warga yang melihat sesosok tubuh pria tergeletak di tengah persawahan. Saat didekati ternyata itu adalah Pawiro, yang sudah dalam kondisi tak bernyawa.

BACA JUGA : Seorang Buruh di Sewon Meninggal Tersengat Listrik Saat

Warga lalu melaporkan hal itu ke kepolisian setempat. Petugas bersama tim medis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan ditemukan kabel beraliran listrik yang menjuntai tak jauh dari jasad Pawiro. Kabel itu diketahui merupakan penghubung aliran listrik antar rumah yang ada di sekitar persawahan tersebut. Polisi menduga Pawiro meregang nyawa akibat kesetrum.

"Di dekat posisi korban terdapat kabel aliran listrik yang putus dan menjuntai turun masuk ke dalam sawah milik korban dengan jarak kurang lebih satu meter. Diduga karena sawah milik korban berair maka air itulah menjadi penghantar arus listrik dan ketika korban menyentuh air tersebut maka tersengat arus listrik," ungkap Jeffri kepada wartawan Selasa (2/2/2021).

BACA JUGA :Tersengat Listrik Hingga Kaki Lumpuh, Buruh Bangunan

Dugaan itu diperkuat dengan hasil pemeriksaan tim medis, yang menunjukkan bagian tangan kanan dan pundak sampai ujung jari jasad dalam kondisi kaku. Adapun dari hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Setelah dilakukan olah TKP oleh Unit Reskrim Polsek Lendah bersama dengan petugas medis dari Puskesmas Lendah II, kemudian korban diserahkan kepada keluarganya untuk dilakukan pemusaran dan dimakamkan," ujar Jeffri.