Kelenteng Poncowinatan Bersolek Menyambut Imlek

Kelenteng Poncowinatan mulai bersiap menyambut Imlek. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
04 Februari 2021 08:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kelenteng Zhen Ling Gong atau lebih dikenal dengan Kelenteng Poncowinatan mulai bersolek menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada Jumat (12/2/2021).

Perayaan tahun baru Imlek yang kurang dari dua pekan lagi, membuat sejumlah Kelenteng di Jogja mulai bersiap. Termasuk Klenteng Poncowinatan, mulai awal Februari sudah mulai dilakukan pengecatan dinding, pembersihan dari debu-debu, dan sejumlah persiapan lain, agar umat yang datang beribadah nyaman.

Pengurus Harian Kelenteng Poncowinatan, Margo Mulyo mengatakan mengingat masih pandemi Covid-19 memang ada sedikit perbedaan dalam penyambutan Imlek tahun ini. “Ada penyesuaian pastinya, karena Covid-19,” ucap Margo, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: Harap Sabar! Masyarakat Umum di Jogja Belum Akan Menerima Vaksin Covid-19 Tahap Kedua

Sejumlah protokol pencegahan Covid-19 diberlakukan di Klenteng ini. Seperti kewajiban menggunakan masker, kemudian penerapan jaga jarak, serta penyediaan tempat untuk mencuci tangan ataupun hand sanitizer.

Dia mengatakan ada sejumlah tradisi yang berjalan dan ada yang tidak. Seperti dikatakan Margo biasanya ada ibadah bersama-sama beberapa hari menjelang tahun baru Imlek, untuk tahun ini ditiadakan. Ibadah hanya dilakukan masing-masing umat.

Sementara itu tradisi yang ada pencucian patung dewa akan tetap diberlangsungkan, namun secara terbatas, pada Sabtu (6/2/2021). “Akan terbatas mungkin hanya beberapa orang nanti, biasanya kan rame-rame. Ini tradisi, ya seperti kalau di Jawa itu ada jamasan keris,” ujarnya.

Baca juga: Wisata Candi Borobudur Ditutup Sementara

Sebelumnya, Ketua I Jogja Chinese Arts & Culture Centre (JCACC), Jimmy Sutanto mengatakan melihat kondisi pandemi Covid-19 ini perayaan Imlek tentu diadakan secara sederhana. Mengikuti anjuran dari pemerintah sesuai protokol pencegahan Covid-19.

Jimmy menceritakan masyarakat di Tiongkok atau masyarakat Tionghoa, biasanya membersihkan rumah mereka jelang hari H peringatan tahun baru. “Ada kepercayaan itu membersihkan rumah, dapur, sebelum perayaan tahun baru Imlek,” ucap Jimmy.

Sementara di Indonesia sendiri perayaan Imlek, biasanya menjadi momen anggota keluarga untuk berkumpul. Malam tahun baru anggota keluarga makan bersama, dan paginya bersujud memberikan hormat pada orang yang lebih tua. “Sama kan sebenarnya seperti disini budayanya, menghormati yang lebih tua,” ucapnya.

Jimmy berharap dalam perayaan Imlek tahun ini, dalam kondisi pandemi Covid-19 dirayakan dengan terbatas, sesuai anjuran dari pemerintah. Menurutnya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk tidak berkerumun, merupakan kebijakan untuk kebaikan semuanya. Menurut Jimmy meski diselenggarakan secara lebih sederhana, tidak akan mengurangi makna dari perayaan Imlek.