Lesu karena Pandemi, Proyek Konstruksi Diyakini Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi Kota Jogja

Tugu Jogja. - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
10 Februari 2021 21:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 sebanyak 5,23% akan menjadi pekerjaan berat bagi Pemkot Jogja. Alih-alih naik, pandemi membuat posisi pertumbuhan ekonomi Kota Jogja saat ini minus di angka 0,81%.

Ketua DPRD Kota Jogja, Danang Rudiyatmoko ditemui pada FGD Capaian Pembangunan Daerah Kota Jogja 2020 di Balaikota, Rabu (10/2/2021) mengatakan angka pertumbuhan ekonomi Kota Jogja sebenarnya terbilang lebih bagus dibanding daerah-daerah lain dalam skala naisonal.

Sayangnya rasio penurunan pertumbuhan ekonomi dari 2019 hingga 2020, terhitung cukup besar. "Kalau dilihat dari capaian target tahun 2022 dengan kondisi sekarang, posisinya merosot sampai minus 645,68 persen untuk bisa mencapai 5,23 persen. Artinya tahun ini menjadi titik balik mengembalikan kondisi minus menjadi plus," terangnya.

Sebelumnya, penurunan angka pertumbuhan ekonomi sudah diprediksi Danang saat terjadi pandemi Covid-19. Penurunan daya beli masyarakat paling kentara dalam penurunan angka pertumbuham ekonomi selama pandemi. Danang berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang saling terintegrasi satu sama lain.

Salah satu sektor yang menurut tak terpengaruh kebijakan PTKM saat ini adalah konstruksi. Danang sepenuhnya mendukung kebijakan kepala daerah yang mempercepat pekerjaan konstruksi infrastruktur dengan memulai sistem lelang pada awal tahun.

"Apalagi pada awal tahun ini muncul kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang bersifat mengumpulkan orang. Kalau tiap OPD masih mengedepankan ego sektoral pasti akan susah. Paling tidak tahun ini sudah terpetakan mana yang bisa dijadikan daya ungkit agar ekonomi tumbuh," kata Danang.

Wakil Wali Kota Jogja ,Heroe Poerwadi telah meminta seluruh jajatannya untuk memakai pola pikir kerja di masa darurat. Karena kondisi masih tanggap darurat, seharusnya cara kerja pegawai juga harus berbeda dari sebelumnya saat kondisi normal agar bisa mencapaintarget. "Seluruh pekerjaan konstruksi lelangnya harus sudah selesai pada triwulan pertama. Kemudian pelaksanaan kegiatan harus di-monitoring secara berkala, [sehingga] ketika ada persoalan saat itu juga ada solusi," tukasnya. Meski demikian, Heroe mewanti-wanti agar setiap setiap kegiatan yang digulirkan juga harus memiliki dampak signifikan bagi masyarakat.