Cuaca Ekstrem, PLN Terus Dorong Percepatan Pembangunan Proyek Kelistrikan

Ilustrasi - Istimewa
12 Februari 2021 19:47 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia tengah merasakan dampak perubahan cuaca yang ekstrim. Pergantian dan durasi musim berubah sulit untuk diprediksi. Perubahan iklim mendominasi terjadinya bencana alam di Tanah Air. Terkait permasalahan tersebut, berbagai pihak harus melakukan gerakan secara terpadu untuk meningkatkan kewaspadaannya. Tidak terkecuali bagi PT PLN (Persero), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pihaknya juga harus meningkatkan kewaspadaannya dalam menjalankan tugasnya dalam kondisi cuaca ekstrim saat ini.

PT PLN (Persero) bukan hanya bertanggungjawab menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga membangun infrastruktur kelistrikan. PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II sebagai unit yang melaksanakan pembangunan transmisi dan Gardu Induk juga dituntut untuk menyelesaikan tugas pembangunannya di tengah pandemi dan cuaca ekstrem seperti sekarang ini.

Octavianus Duha – General Manager PLN UIP JBT II mengatakan “Akhir-akhir ini kita sedang menghadapi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan lebat. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami sebagai pelaksana proyek di lapangan. Musim penghujan yang belum berakhir tentunya mempengaruhi kondisi akses jalan ke lokasi proyek dan cukup menghambat proses pembangunan. Di beberapa lokasi para pekerja juga harus dihadapkan dengan medan yang berlumpur.”

Menurut keterangannya, unit PLN yang dipimpinnya saat ini sedang fokus menyelesaikan pembangunan transmisi jalur utara. Salah satu pekerjaan yang sedang berjalan yaitu pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Indramayu Cibatu. Proyek ini sedang memasuki tahap pekerjaan pembangunan pondasi dan erection (pemasangan kerangka baja). Dalam pekerjaan yang melibatkan berbagai pihak tersebut, tentunya PLN selalu mengedepankan protokol kesehatan dan menyesuaikan dengan kondisi cuaca ekstrem dengan mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan sehingga terpenuhinya kualitas konstruksi.

"Kami tentu harus berusaha maksimal menyelesaikan tanggung jawab kami, terlebih beberapa waktu ini hujan, angin kencang bahkan banjir sering menghampiri. Tapi kami berkomitmen untuk merampungkan pekerjaan di lapangan dengan menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yaitu zero accident. Semua yang di lapangan wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, dan setiap pengawas lapangan harus memberikan instruksi secara tepat dan cepat serta dapat menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang sering berubah. Semoga semua pekerjaan dapat kami selesaikan dengan lancar sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.” tutupnya melalui keterangan tertulis. (ADV)