Batu Besar Ancam Rumah Warga di Prambanan

Longsoran tebing yang menimpa bagian rumah Ahmad Rodhli Setyoko di Dusun Kikis, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan. - Istimewa/BPBD Sleman
13 Februari 2021 11:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan masih terdapat sejumlah batuan berukuran besar di wilayah Prambanan, Sleman, yang mengancam rumah warga pasca sebuah batu berukuran besar longsor kemudian menimpa rumah warga yang berada di Gunungsari RT 03 RW 15, Sambirejo, Prambanan, Sleman, pada Selasa (9/2/2021) lalu.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan batu yang longsor dan menimpa rumah warga Gunungsari RT 03 RW 15, Sambirejo, Prambanan, Sleman, pada Selasa (9/2/2021) lalu dikarenakan kondisi batu sudah patah. Terlebih, penyangga batu juga menjadi lemah karena digerus air hujan.

BACA JUGA : Batu Besar Hantam Rumah Warga di Prambanan

"Satu [batu] yang sempat turun itu sudah patah, terus penyangga di bawahnya itu lapisan batuan yang resistensinya lebih rendah. Akhirnya menonjol ke atas karena sudah patah akhirnya menggelinding ke bawah. Batu yang jatuh masih satu jalur dengan batuan di atas. Tempatnya yang berbeda. Tapi masih satu formasi," ujar Joko saat dikonfirmasi pada Jumat (12/2/2021).

Ancaman batu besar, lanjut Joko, berada di sejumlah titik di wilayah kecamatan Prambanan. Tidak hanya di wilayah Sambirejo, batu berukuran besar juga terdapat di wilayah Madurejo dan Bokorejo. Hujan dengan intensitas lebat yang masih berpotensi terjadi menjadi faktor batu berukuran besar longsor ke bawah dan menimpa rumah warga.

"Jadi, untuk wilayah Sambirejo itu sebetulnya untuk lereng utara juga ada ancaman, lereng sebelah barat juga ada ancaman. Kalau batu yang mengancam itu di sisi sebelah barat tidak cuma tiga tapi banyak itu," imbuhnya.

BACA JUGA : BENCANA SLEMAN : Evakuasi Batu Besar di Sambirejo Masih

"Hanya, kondisi yang sering terjadi batu menggelinding itu memang di Gunung Sari dan Gunung Cilik, terus di Madurejo dan Bokoharjo juga ada. Kemarin, batu besar yang longsor terjadi di Gunung Sari di atasnya terdapat batuan yang masih mengancam dan tidak hanya tiga, tapi ada beberapa," sambung Joko.

Lebih lanjut, Joko mengklaim jika batuan yang berada di sejumlah desa yang ada di wilayah Prambanan belum mengkhawatirkan keselamatan warga. Pasalnya, batuan tersebut masih menempel dengan formasi batuan induknya. Walaupun, hujan dengan intensitas lebat diprediksikan bakal terus terjadi hingga pertengahan bulan Februari 2021.

"Posisi masih di dalam tanah. Intinya masih kuat untuk bertahan walaupun posisinya di atas tapi masih nyambung dengan formasi batuan induknya. Jadi, belum begitu mengkhawatirkan. Kalau hujan juga sebetulnya juga belum bisa untuk meruntuhkan batu," ungkap Joko.

Berdasarkan catatan dari BPBD Kabupaten Sleman, sejumlah batuan berukuran besar yang berada di Sambirejo berada di ketinggian tebing sekitar 10 meter. Ukuran batu juga dikatakan Joko berukuran kurang lebih sama dengan ukuran sebuah mobil. Terdapat sekitar tujuh rumah yang terancam oleh batuan besar yang berada di Sambirejo.

"Kalau tinggi tebing kemiringan dari batuan di atasnya itu lebih dari 10 meter. Kalau batu itu turun mengancam dua rumah, tapi kalau misalnya di kanan kirinya ikut runtuh ada sekitar 6 atau 7 rumah yang terancam. Kalau batu itu besarnya kalau cuma satu mobil itu lebih ya. Kalau longsor ya bisa menjatuhi rumahnya. Tapi belum mengkhawatirkan. Memang kondisinya seperti itu," terangnya.

BACA JUGA : BENCANA SLEMAN : Batu Besar Longsor Tutup Jalan

Joko mengimbau agar warga, khususnya warga Sambirejo, Prambanan, Sleman, senantiasa waspada dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Pasalnya, hujan lebat juga masih berpotensi terjadi untuk beberapa hari ke depan. "Kami terus menginformasikan kepada masyarakat untuk lebih waspada apabila terjadi hujan lebat untuk sementara bergeser dulu dari rumah," katanya.