Ini Daftar Kalurahan di Sleman yang Punya Selter Covid-19

Gedung selter atau tempat karantina bagi pasien Covid-19 di Kalurahan Kepuharjo, Selasa (16/2/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
18 Februari 2021 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penyediaan selter untuk menangani pasien Covid-19 terus dilakukan masing-masing kalurahan. Jika sebelumnya hanya tercatat 7 kalurahan yang memiliki selter, saat ini jumlahnya bertambah menjadi 37 selter.

Ketua Pengurus Suryo Ndadari 2021-2021 Gandang Hardjanata mengatakan memang tidak semua kalurahan mampu menyediakan selter. Ada tiga hal yang dimungkinkan menjadi kendala. Sebagian kalurahan masih terbentur masalah anggaran karena ketentuan penyediaan selter keluar pada awal Februari padahal Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan sudah disahkan.

Anggaran kalurahan juga sebagian dialokasikan untuk penanganan kegiatan Covid-19 lainnya, termasuk BLT. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala karena tidak semua kondisi APBKal masing-masing kalurahan sama. Selain itu, kesiapan SDM juga menjadi kendala di sebagian kalurahan. "Ada sejumlah kalurahan yang tidak memiliki fasilitas untuk menyediakan selter. Memang kalurahan bisa meminjam sarana di gedung sekolah, tapi monggo itu kebijakan masing-masing kalurahan," katanya.

BACA JUGA: Berapa Harga Mobil Avanza, Brio, Rush, Ertiga, Setelah Pajak & DP 0%?

Dijelaskan Gandang, selter yang disediakan oleh kalurahan hanya melayani pasien Covid-19 tanpa gejala. Adapun pasien yang bergejala ditangani di fasilitas kesehatan. Selter tidak hanya melayani pasien tanpa gejala karena tidak memiliki ruang isolasi yang memadai di rumahnya tetapi juga pendatang yang tidak membawa hasil tes Antigen. "Untuk Tamanmartani, selter masih disiapkan dan bisa digunakan Senin pekan depan," katanya.

Salah satu kalurahan yang kesulitan menyediakan Selter adalah Kalurahan Triharjo, Sleman. Lurah Triharjo Irawan mengaku masih kesulitan menyediakan tempat isolasi mandiri. "Kami baru menyediakan posko (PTKM) tetapi untuk Selter belum ada. Kalau SDM tidak ada masalah," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman Budiharjo mengatakan upaya pemerintah untuk mendorong kalurahan agar menyediakan shelter mulai membuahkan hasil. Hingga pertengahan Februari fasilitas tempat karantina bagi pasien Covid-19 tanpa gejala ini berjumlah 37 selter. "Ya ada penambahan 30 selter dari sebelumnya hanya 7 selter di awal bulan," katanya, Kamis (18/2/2021).

Menurut Budi, ke 37 kalurahan yang menyediakan fasilitas tersebut tersebar di 14 kapanewon. Hanya tiga kapanewon yang belum melaporkan ketersediaan shelter di wilayahnya yakni Mlati, Minggir, dan Berbah. DPMK bahkan menyebut jika 37 selter yang ada total kapasitasnya 197 kamar.

Kalurahan yang memiliki selter di antaranya Balecatur, Ambarketawang, dan Trihanggo di Kapanewon Gamping; Sidorejo dan Sidoagung (Godean); Sumberrahayu, Sumbersari, dan Sumberagung (Moyudan); Margoluwih, Margokaton, dan Margomulyo (Seyegan); Maguwoharjo dan Condongcatur (Depok). Selter juga berada di Kalurahan Sumberharjo, Gayamharjo, dan Sambirejo (Prambanan); Tirtomartani dan Tamanmartani (Kalasan); Sindumartani dan Umbulmartani (Kalasan); Minomartani dan Sardonoharjo (Ngaglik).

Selain itu tercatat Kalurahan Sumberrejo, Pondokrejo, Margorejo, dan Merdikorejo (Tempel); Bangunkerto dan Girikerto (Turi); Purwobinangun, Harjobinangun, dan Pakembinangun (Pakem); Argomulyo, Wukirsari, Kepuharjo, dan Umbulharjo (Cangkringan). "Lokasi yang digunakan untuk karantina bermacam-macam, tidak harus balai kalurahan. Ada yang memanfaatkan gedung SD seperti di Trimulyo, dan barak pengungsian," terang Budi.

Pemerintah Kalurahan Harjobinangun, Pakem bahkan menyewa 10 kamar kos untuk dijadikan shelter Covid-19. Sementara di Balecatur, Trihanggo, dan Sambirejo, warga rela menjadikan rumahnya sebagai tempat karantina.
Shelter kalurahan tersebut diprioritaskan bagi warga yang ber-KTP wilayah Sleman. (Abdul Hamid Razak)