Kalurahan di Gunungkidul Wajib Sisihkan Dana Desa untuk Padat Karya
Kalurahan di Gunungkidul wajib mengalokasikan dana desa untuk program padat karya pada 2026. Program ini ditujukan untuk menyerap tenaga kerja lokal.
Seorang pengendara motor melintas di gapura perbatasan di Kalurahan Candirejo, Semin, Kamis (18/2/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul sempat punya rencana membangun gapura pintu masuk di wilayah perbatasan. Namun kelanjutan program terhenti karena status lahan dan keterbatasan anggaran.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Aris Suryanto mengatakan pembangunan gapura selamat datang di wilayah perbatasan merupakan kegiatan yang dimiliki di DLH. Menurut dia, gapura sudah dibangun di dua lokasi perbatasan di Candirejo di Kapanewon Semin dan Sambirejo di Kapanewon Ngawen.
BACA JUGA: Antisipasi TPST Piyungan Tutup, Jogja Maksimalkan Keberadaan Bank Sampah
“Sudah dibangun beberapa tahun lalu, tapi sekarang belum ada tindak lanjut untuk membangun di titik perbatasan lainnya,” kata Aris, Kamis (18/2/2021).
Dia menjelaskan, ada beberapa perbatasan yang akan diberi gapura seperti di Kapanewon Rongkop, Panggang, Purwosari dan Ponjong. Namun, program tersebut masih dalam wacana dan belum bisa direalisasikan di tahun ini. “Untuk sekarang tidak ada masuk dalam agenda yang tertuang dalam APBD 2021,” ungkapnya.
Ia menuturkan, ada beberapa kendala yang menyebabkan pembangunan belum bisa dilanjutkan. Selain masalah keterbatasan anggaran, juga ada masalah lahan. Aris mengungkapkan, hampir semua lokasi yang akan dibangun gapura berstatus sultan grond (SG) atau tanah kas desa.
Menurut dia, pemanfaatan lahan ini harus izin ke Kraton Jogja selaku pemilih tanah. “Tanah kas desa juga masuk SG sehingga penggunaan harus izin dan ini butuh proses,” kata mantan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi RSUD Wonosari ini.
BACA JUGA: KPK Geledah Kantor Disdikpora DIY Terkait Dugaan Korupsi Mandala Krida
Aris menambahkan tim DLH sudah berkoordinasi dengan bupati terpilih. “Kami sudah bertemu dan bupati baru siap membangunnya. Mudah-mudahan nanti ada surat dari bupati sebagai legalitas dalam pelaksanaan program sehingga anggarannya ada kepastian,” katanya.
Salah seorang warga Bangunsari, Kalurahan Candirejo, Semin, Suyamto mengatakan, di wilayahnya sudah dibangun gapura sebaga pembatas dengan wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah. Menurut dia, sejak dibangun beberapa tahun lalu menjadi lokasi ikonik di perbatasan karena banyak digunakan untuk berfoto.
“Ada tamannya dan setiap sore banyak dikunjungi warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan di Gunungkidul wajib mengalokasikan dana desa untuk program padat karya pada 2026. Program ini ditujukan untuk menyerap tenaga kerja lokal.
AHM dan Astra Motor Jateng meresmikan Pos AHASS TEFA di SMK Muhammadiyah 3 Weleri untuk memperkuat kompetensi siswa dan mendukung industri otomotif.
Pemerintah memastikan implementasi biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 siap dijalankan setelah serangkaian uji teknis menunjukkan hasil positif.
Selama lima tahun rutin berobat hipertensi, peserta JKN asal Bantul ini mengaku seluruh biaya pemeriksaan dan obat ditanggung BPJS Kesehatan.
ESDM memastikan rencana impor minyak Rusia masih berproses untuk memperkuat cadangan energi nasional dan menjaga ketahanan energi Indonesia.
UKDW mengukuhkan Prof. Antonius Rachmat Chrismanto sebagai Guru Besar AI. Ia menyoroti deep learning, LLM, dan pemanfaatan AI di pendidikan.