Pedagang Malioboro Berharap Vaksinasi Pulihkan Ekonomi

Sejumlah pengunjung berjalan di kawasan Malioboro pada saat uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor, Rabu (11/11/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
24 Februari 2021 10:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Ribuan pedagang di sekitar Malioboro, Tugu, dan Kraton Jogja telah terdata untuk mendapatkan vaksin.

Menurut Koordinator Paguyuban Pengusaha Malioboro dan Ahmad Yani (PPMAY) Jogja Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Karyanto Purbo Husodo 9.000 anggota telah terdaftar vaksin. Jumlah tersebut meliputi pemilik toko dan para stafnya.

“Kami semua mendukung program vaksin yang dianjurkan pemerintah,” kata KRT Karyanto saat dihubungi secara daring pada Selasa (23/2/2021). “Kecuali yang sudah sepuh umur 90 tahun [ke atas] memang agak rapuh [sehingga tidak divaksin]. Cuma ada beberapa orang tua yang sudah sepuh.”

Sampai saat ini belum ada sosialisasi terkait tatacara vaksinasi, kandungan, efek, dan lainnya tentang vaksin. KRT Karyanto baru melihat-melihat melalui pemberitaan yang beredar. “Pulih kembali ekonomi di Malioboro,” harapan KRT Karyanto setelah ada vaksinasi.

Begitupun dengan Forum Pekerja Sektor Informal Jogja, mereka berharap perekonomian di DIY, khususnya di kawasan Tugu, Malioboro, dan Kraton bisa pulih kembali. Juru bicara Forum Pekerja Sektor Informal Jogja Denta Julian berharap kawasan tersebut bisa kembali dibuka setelah adanya vaksinasi.

“Sehingga perekonomian kembali berjalan karena kepercayaan wisatawan pulih kembali terhadap wisata Jogja dengan adanya vaksinasi tersebut,” kata Denta saat dihubungi Selasa (23/2/2021).

Denta menyatakan dukungannya terhadap vaksinasi pekerja yang ada di tiga kawasan ini. Dari sekitar 1.300 anggotanya, kebanyakan sudah terdata dan bersedia menerima vaksin. Namun ada beberapa orang yang masih takut dengan vaksinasi dengan alasan takut disuntik, sudah berusia lanjut, atau takut akan efek samping vaksin.

“Tapi kebanyakan menyambut baik program vaksinasi ini agar pandemi ini segera berakhir,” kata Denta. “Enggak banyak kok, mungkin enggak sampai 100 orang [yang minta tidak divaksin].”

Forum Pekerja Sektor Informal Jogja belum mendapat sosialisasi terkait tatacara, kandungan, efek vaksin dan sebagainya. Mereka mencari informasi sendiri melalui internet atau pemberitaan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana menyelenggarakan vaksinasi tahap dua untuk para pedagang kawasan Malioboro dan sekitarnya pada awal Maret 2021. Dari hasil pendataan, vaksinasi tahap kedua menyasar 37.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribuan diperuntukkan pada pedagang pasar Beringharjo, Pedagang Kaki Lima, dan penjaga toko dari kawasan Tugu sampai Kraton.

Sanksi

Bagi yang menolak, akan ada sanksi yang tertuang dalam peraturan daerah atau peraturan wali kota. “Perda akan dibahas. Kalau tidak mau vaksin, untuk sementara mereka harus menunjukan swab antigen tiga hari sekali saat berjualan,” Kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, Senin (22/2/2021).

Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Pemkot Jogja mengatakan pemberlakuan sanksi penting agar program vaksinasi berjalan lancar demi kepentingan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Jogja.

Bagi yang sudah terdata, pemberian vaksin akan berlangsung pada Senin (1/3/2021) pekan depan. Pemberitahuan vaksinasi sudah dilakukan melalui komunitas masing-masing. “Tinggal datang kalau saat nanti vaksinasi, kami masih nunggu yang belum daftar, karena masih ada beberapa yang belum daftar,” kata Heroe. “Kalau dosis vaksinnya sudah tersedia di Dinskes DIY.”

Terkait sanksi bagi penolak vaksin, Denta menyatakan hal itu tidak menyelesaikan masalah. “Kami kira seluruh warga pasti akan mau divaksin agar pandemi ini segera berakhir. Untuk itu lebih baik Pemerintah tidak lagi membuat ulah agar kepercayaan warga kembali ada,” kata Denta.