Kaya Mendadak, Warga Kalasan Jadi Miliarder Baru setelah Dana Lahan Tol Joglo Cair

Kepala Kantor Wilayah BPN DIY Suhendro (dua dari kiri) dan PPK Satker PBJH Jogja-Solo, Wijayanto (dua dari kanan) berfoto bersama warga penerima ganti kerugian di sela kegiatan Penyaluran Dana Ganti Kerugian Jalan Tol Jogja-Solo di Balai Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Rabu (24/2/2021)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak.
24 Februari 2021 20:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ratusan warga Temanggal 2 Purwomartani, Kalasan, Sleman kembali menjadi miliarder baru. Mereka menerima miliaran dana ganti kerugian dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) terkait rencana pembangunan jalan tol Jogja-Solo (Joglo), Rabu (24/2/2021).

Penyaluran dana pembebasan lahan jalan tol tersebut diberikan bagi 136 pemilik bidang. Dana penyaluran kepada warga terdampak diberikan dalam dua hari, Rabu (24/2/2021) dan Kamis (25/2/2021). Untuk hari pertama nilainya Rp104,8 miliar bagi 67 pemilik bidang dan Kamis (25/2/2021) senilai Rp24,9 miliar untuk 69 pemilik bidang.

"Ini tahap ketiga. Dua tahap sebelumnya juga kami berikan dana ganti kerugiannya untuk warga Temanggal 2 dan Kadirojo 2. Kami berharap akhir bulan ini bisa selesai untuk dua dusun (Kadirojo 2 dan Temanggal 2)," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Wijayanto di sela kegiatan Penyaluran Dana Ganti Kerugian Jalan Tol Jogja-Solo di Balai Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Rabu (24/2/2021).

Dia menjelaskan land clearing atau pembukaan lahan untuk jalan Tol Jogja-Solo sudah lebih dari 3 kilometer. Pada awal Maret, Satker akan memulai pengerjaan fisik (konstruksi) di wilayah Karangasem, Jawa Tengah tepatnya di exit tol Kartasura. "Groundbreaking memang sudah dimulai, sudah berputar terus. Kami terus melalukan proses pembayaran. Di Temanggal dan Kadirojo ada 11 bidang lainnya yang sudah disetujui LMAN, tinggal masalah pembayaran," katanya.

BACA JUGA: Duh..Dikira Bangkai Binatang, Orok Bayi Ditemukan di Bantaran Kali Gajah Wong

Totok mengaku tidak banyak kendala yang dihadapi Satker terkait pembebasan lahan tol. Bahkan, katanya, 99% warga Purwomartani antusias dan tidak menolak rencana pembanguban jalan tol. Apalagi, dana ganti kerugiannya yang diberikan cukup tinggi. "Kami sangat terbantu oleh masyarakat. Hari ini ada yang menerima lebih dari Rp6 miliar untuk satu orang dan rata-rata di atas Rp1 miliar. Terkecil hanya Rp6,6 juta karena hanya terkena sedikit," katanya.

Totok berharap, penyaluran dana ganti kerugian kepada warga terdampak dapat membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Apalagi di dua dusun tersebut, LMAN menyalurkan setidaknya Rp375 miliar dari 294 bidang. "Ini belum satu Purwomartani yang nanti hampir Rp1 triliun. Tentunya ini dapat meningkatkan dan menggerakkan perekonomian warga di tengah pandemi," katanya.

Sekadar diketahui, LMAN sebelumnya sudah menyalurkan Rp83 miliar lahan pembebasan jalan tol baik di Kadirojo 2 maupun Temanggal 2. Baik tahap pertama maupun tahap kedua. Jika ditambah pembayaran pada tahap ketiga ini, maka total dana yang disalurkan sebesar Rp265,9 miliar.