Vaksinasi Covid-19 Diharapkan Percepat Pulihnya Pariwisata Sleman

Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018) - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
01 Maret 2021 08:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Program vaksinasi Covid-19 diharapkan dapat mengangkat kembali kondisi perekonomian masyarakat, termasuk sektor pariwisata. Sembari menunggu selesainya program vaksinasi, pelaku wisata diharapkan kompak menerapkan protokol kesehatan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sleman Joko Paromo mengatakan pelaku wisata, khususnya di sektor perhotelan dan restoran sangat antusias dengan program vaksinasi tersebut. Terbukti, untuk pemberian vaksinasi tahap kedua bagi pelayanan publik termasuk pelaku wisata tidak kurang 1.000 orang dari PHRI Sleman yang mendaftar.

Jumlah tersebut merupakan data sementara yang mendaftar sebagai penerima vaksin dan dimungkinkan akan terus bertambah. Mereka akan divaksin selama Maret ini. K"Kami menyambut baik pelaksanaan vaksinasi ini. Dengan vaksinasi, diharapkan kekebalan tubuh seseorang tumbuh untuk melindungi dari virus Covid-19," katanya saat dihubungi, Minggu (28/2/2021).

Joko berharap, jika seluruh masyarakat divaksin maka pergerakan masyarakat kembali normal. Masyarakat bisa berjalan-jalan, berwisata dan menginap kembali di hotel-hotel. Roda perekonomian kembali berputar. "Saat ini okupansi masih sekitar 10-15 persen dan diharapkan terus meningkat seiring dengan program vaksinasi. Sudah ada pemesanan untuk kegiatan arisan dan sebagainya," ujar Joko.

Joko berharap meskipun sudah ada vaksin, pelaku usaha perhotelan dan restoran beserta seluruh destinasi wisata tetap mengedepankan protokol kesehatan selama melayani tamu. "Sejak awal 99 persen hotel dan restoran menerapkan protokol kesehatan. Namun kami berharap agar seluruh pelaku pariwisata juga bersama-sama menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang aturannya lebih longgar, okupansi perhotelan mulai menunjukkan kenaikan. Saat ini, rata-rata angkanya 30% atau mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan awal Februari saat pemberlakuan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM).

"Data PHRI DIY menyebutkan, okupansi selama PSTKM hanya berada di kisaran 5-10 persen. Akhir-akhir ini memang ada peningkatan okupansi karena banyak event pemerintah daerah maupun pusat yang digelar di hotel. Selain itu masyarakat sudah bosan dengan PPKM dan ingin segera berwisata," katanya.

Sebagaimana diketahui, pelaku pariwisata masuk sebagai satu prioritas penerima vaksin tahap dua. Data sementara sudah ada 35.000 orang yang mendaftar dari pelayan publik dari 40.000 orang yang ditargetkan. Seluruh sasaran vaksin mendaftarkan diri melalui link yang disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman.