Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Ilustrasi/Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, WONOSARI—Harga cabai rawit di pasar tradisional Gunungkidul menembus Rp120.000 per kilogram. Kenaikan terjadi karena pasokan menipis akibat adanya kegagalan panen cabai rawit.
Salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Enik Setyaningsih mengatakan, kenaikan cabai rawit sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Ia mencontohkan, pada Minggu (28/1/2021), komoditas ini masih dipasarkan di harga Rp110.000 per kilonya. Namun demikian, sehari berselang terkerek naik menjadi Rp120.000 per kilogram.
“Naik Rp10.000 per kilonya dibandingkan dengan harga kemarin [Minggu],” kata Enik kepada wartawan, Senin (1/3/2021).
Menurut dia, kenaikan ini masuk rekor karena sebelumnya harga jual paling tinggi di kisaran Rp100.000 per kilogram. Enik mengaku tidak tahu menahu penyebab harga terkerek naik, namun diduga kenaikan karena pasokan di pasaran menipis akibat kegagalan panen di musim hujan. “Mungkin itu yang menyebabkan harga terus melambung,” ungkapnya.
Selain jenis rawit, kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai lainnya. Cabai merah keriting yang sebelumnya di kisaran Rp50.000 sekarang menjadi Rp60.000 per kilogram.
Hal senada diungkapkan oleh Deni, pedagang lain di Pasar Argosari. Menurut dia, harga cabai terus mengalami kenaikan sehingga berpengaruh terhadap penjualan. “BIasanya saya ambil cabai dari Prambangan. Untuk harga terus naik,” katanya.
Ia pun berharap harga bisa stabil sehingga pedagang tidak merasa was-was akan kejatuhan harga. Oleh karenanya, Deni mengaku tidak mau menyimpan banyak stok untuk dijual. “Ya kalau harga anjok, tentunya akan rugi. Jadi, saya tidak berani menyetok dalam jumlah banyak,” katanya.
Kenaikan harga ini berdampak terhadap penjualan. Di waktu normal, sehari bisa menjual lima kilogram, namun akhir-akhir ini selalu ada sisa. “Biasanya habis, tapi sekarang masih tersisa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.
Etomidate merupakan obat anestesi yang disalahgunakan dalam vape. Kenali fungsi medis, status hukumnya di Indonesia, dan risiko kesehatannya.