Masyarakat Mulai Kendor, Kasus Covid-19 di Sleman Naik

Ilustrasi. - Freepik
08 Maret 2021 20:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DIY kembali diperpanjang. Pemkab Sleman mencatat ada kecenderungan kenaikan kasus dan kedisiplinan masyarakat mulai kendor.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menuturkan dari pelaksanaan PPKM terakhir, ia melihat ada kenaikan kasus positif meski tipis. "Tidak drastis cuma kecenderungan naik di minggu terakhir," kayanya, Senin (8/3/2021).

Dalam menganalisis perkembangan kasus positif, ia menghitung penambahan kasus positif per minggu. Menurutnya, pada minggu awal Februari kasus sudah ada penurunan, kemudian pada akhir februari mulai ada kenaikan lagi.

BACA JUGA: Ribuan Avanza Ditarik Kembali karena Ada Masalah pada Pompa Bensin

Ia mencontohkan pada minggu akhir Februari ada penambahan 278 kasus positif. Sementara di awal Maret, terjadi kenaikan 400 kasus positif. Terjadinya penambahan ini menurutnya karena kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan mulai kendor.

Ia melihat dalam beberapa waktu terakhir, mulai banyak dilaksanakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti hajatan. "Hajatan marak lagi. Layatan juga berulang kali kami minta jangan ada pengajian yang lama," ungkapnya.

Kenaikan kasus positif berdampak pada zonasi risiko di Sleman. Pada tingkat kapanewon, tiga kapanewon menjadi zona merah yakni Sayegan, Pakem dan Ngemplak. Sementara Moyudan, Minggir, Mlati, Prambanan, Kalasan dan Ngaglik orange dan sisanya kuning.

Meski demikian di tingkat RT tidak ada zona merah. Zona orange satu RT, zona kuning 472 RT dan zona hijau 7.073 RT. RT dengan zona orange yakni RT 04 Kalurahan Hargobinangun, Pakem, dengan jumlah 22 kasus positif di delapan rumah.

"Di RT dengan zona orange tracing sudah dilakukan pada seluruh warga di padukuhan Kaliurang Timur. Zona orange tetep sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri, tempat bermain dan ibadah ditutup," katanya.

Sekda Sleman, Hardo Kiswoyo, mengatakan pada PPKM berikutnya, akan menjadi upaya eduksi masyarakat yang sudah mulai kendor dalam protokol kesehatan. "Untuk disiplinkan masyarakat dalam memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak," katanya.