Tahun Depan, TPAS Wukirsari Over Kapasitas

Ilustrasi penumpukan sampah - Harian Jogja/Hery Setiawan
08 Maret 2021 17:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul akan over kapasitas. Guna menghindari permasalahan pengolahan sampah, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidu mendesak agar pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pesisir di Kalurahan Banjarejo, Kemadang dipercepat agar beban di TPAS Wukirsari bisa dikurangi.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Eko Suharso mengatakan, hasil kajian dari internal DLH usia TPAS Wukirsari tidak akan lama karena diprediksi akan over kapasitas dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Menurut dia, perkiraan ini tidak lepas adanya penambahan produksi sampah yang mencapai 50 ton per harinya.

“Kalau dibiarkan ini akan menjadi masalah kelak di kemudian hari,” kata Eko kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Luhut Minta Proyek Infrastruktur di DIY Dipercepat & Tanjung Adikarto Dibenahi

Ia menjelaskan, luas lahan sampah saat ini sekitar 17.600 meter persegi. Adapun ketinggiannya sudah mencapai tujuh meter atau dengan keterisian sekitar 70%. “Semua sampah di Gunungkidul masuknya ke TPAS sehingga ikut mempercepat proses penuhnya sampah di sekitar lokasi,” katanya.

Eko menambahkan, untuk memperpanjang usia TPAS ada beberapa program. Salah satunya memperluas area TPAS sehingga jumlah kapasitas bisa ditambah. Menurut dia, DLH masih memiliki lahan seluas lima hektare yang bisa dimanfaatkan untuk perluasan. “Adapun cara kedua dengan mempercepat pembangunan TPS Pesisir sehingga sampah tidak hanya dibuang di TPAS Wukirsari,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris DLH Gunungkidul, Aris Suryanto. Menurut dia, persoalan sampah bisa menjadi bom waktu apabila tidak ditangani dengan baik. “Kalau hanya mengadalkan TPAS Wukirsari, maka akan over kapasitas di akhir tahun sehingga menimbulkan masalah baru. Jadi, ini harus diatasi mulai dari sekarang,” katanya.

Baca juga: Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di DIY Melonjak, Pandemi Jadi Salah Satu Penyebab

Aris mengungkapkan, DLH sudah mewacanakan membangun TPS pesisir di Kalurahan Banjarejo. Meski demikian, untuk pembangunan masih menunggu finalisasi anggaran dari Pemerintah Pusat. “Lahannya sudah ada, tapi untuk pembangunan masih menunggu persetujuan bantuan dari pusat. Kalau lancar, rencana pembangunan bisa dimulai tahun depan,” katanya.

Selain mendesak Pemerintah Pusat untuk merealisasikan pembangunan TPS pesisir, DLH juga mengimbau kepada masyarakat guna memilah sampah sebelum dibuang ke TPAS. Langkah ini dinilai jadi salah satu solusi agar usia TPAS bisa lebih panjang. “Kalau semua sampah langsung dibuang tanpa ada pemilahan, maka kapasitas dari tempat pembuangan semakin cepat. Apalagi, produksi sampah di masyarakat juga cenderung meningkat,” katanya.