Luhut Minta Proyek Infrastruktur di DIY Dipercepat & Tanjung Adikarto Dibenahi

Pelabuhan Tanjung Adikarto. - JIBI
08 Maret 2021 09:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah DIY mendukung percepatan proyek infrastruktur di daerah ini yang sesuai instruksi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, harus rampung pada 2024.

Target itu disampaikan Menko Marves dalam rapat koordinasi Green Infrastructure, Pengembangan Wilayah, dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di DIY, Kamis (4/3/2021). Dalam rapat virtual ini turut hadir Gubernur DIY, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY hingga Project Management Unit Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan (PMU TP5) DIY.

Ketua PMU TP5 DIY Rani Sjamsinarsi mengatakan Pemda DIY mendukung percepatan infrastruktur sesuai instruksi Menko Marves. Sejauh ini pembangunan infrastruktur utamanya yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti jalan tol, JJLS dan kereta bandara sudah berjalan dengan baik.

BACA JUGA : Beda dengan Tol Jogja-Solo & Jogja-Bawen, Begini Nasib Tol

Untuk jalan tol yang telah menunjukkan progres signifikan adalah ruas Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Jogja-Solo telah masuk tahap pengadaan lahan. Untuk Jogja-Bawen segera memulai proses pengukuran. Dua ruas itu sebelumnya telah mengantongi IPL.

Sedangkan ruas Jogja-Kulonprogo, masih menunggu dokumen perencanaan dari Kementerian PUPR, sehingga ruas itu belum memiliki IPL, dan belum dapat diproses. Meski begitu pembangunan jalan tol ini tetap ditarget kelar 2024.

"Jadi dukungan dari Pemda itu hanya membantu proses pengadaan lahan agar lebih cepat termasuk perihal IPL. Namun IPL yang belum keluar itu di ruas Kulonprogo," ujar Rani.

Selanjutnya untuk JJLS di DIY sepanjang 116 kilometer masih terus dikebut pengerjaannya. Sejauh ini yang belum tercover adalah di kawasan jembatan Srandakan 3, Bantul. Ditargetkan JJLS untuk ruas tersebut dapat selesai tahun ini dan secara keseluruhan pada 2024.

BACA JUGA : Proyek Tol Jogja-YIA Dikebut

"Kemudian yang ketiga proyek kereta bandara, yang disampaikan Menteri Perhubungan sendiri bahwa untuk proyek itu ditargetkan selesai pada pertengahan 2021," ujar Rani.

Selain tiga itu, Luhut kata Rani juga meminta Pelabuhan Tanjung Adikarto bisa segera dibenahi. Tanjung Adikarto didesain dapat memuat 400 kapal dengan 5.000 nelayan setiap tahunnya dengan produksi tangkapan sebesar 27,4 ribu ton per tahun atau senilai Rp276 miliar per tahun.

Mangkrak

Namun pelabuhan yang terletak di pesisir Karangwuni, Wates, Kulonprogo itu mangkrak. Sejak selesai dibangun 2014, silam pelabuhan ini belum beroperasi akibat sedimentasi pasir yang menutupi pintu alur masuk pelabuhan. Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) kemudian diperintahkan untuk segera melakukan studi terhadap pelabuhan tersebut pada tahun ini.

"Pak Luhut memerintahkan KKP, untuk melakukan studi. Pokoknya dalam waktu dua bulan ini akan dievaluasi, untuk mengetahui kelanjutannya," ujar Rani.

Infrastruktur lain yang masih dalam tahap pengerjaan adalah pengembangan konstruksi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul yang nantinya menggunakan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

"TPA Piyungan saat ini jalan terus dengan KPBU. Dan pengadaan tanah tahun ini sudah kita lakukan, dengan progres sekarang sekitar 51 persen," jelas Rani.

Cegah Banjir YIA

Adapun infrastruktur lainnya yang ditarget selesai 2024 itu meliputi pembangunan kendali banjir di sekitar kawasan Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kulonprogo. Proyek ini diharapkan mampu melindungi kawasan strategis YIA dari banjir seluas 600 hektare serta kawasan pertanian dan pemukiman seluas 2.000 hektare.

BACA JUGA : Kapan Proses Pembangunan Tol Jogja-Solo di Purwomatani

Selanjutnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kamijoro, Kartamantul dan Banyusoco yang memerlukan dukungan Pemerintah Pusat untuk pengelolaan sebagian unit produksi dan jaringan distribusi, serta dukungan untuk unit air baku agar dapat beroperasi pada tahun 2025.

Beberapa proyek lainnya adalah jalan bedah menoreh penghubung YIA dengan KSPN Borobudur serta Pengembangan Kawasan Aerotropolis, Kulonprogo.

Kepala Bappeda DIY, Beny Suharsono mengatakan pelaksanaan percepatan Infrastruktur di DIY menggunakan konsep green infrastruktur. Hal ini sesuai dengan keinginan Menko Marves. 

"Jadi kami harus mulai melakukan inisiasi untuk green infrastruktur, dilakukan percepatan untuk konservasi baik alam maupun energi terbarukan, Itu yang didorong beliau [Menko Marves]. Dan kami diminta segera melakukan kajian-kajian awal. Sehingga proses Ini akan dikawal oleh kita dan Itu merupakan bagian dari rencana aksi daerah dalam upaya menurunkan efek gas rumah kaca," jelasnya.